BOGOR, AYOJAKARTA.COM -- Bupati Bogor, Ade Yasin tak bosan-bosan mengingatkan warga untuk mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini tak lain agar sebaran Covid-19 bisa dihentikan sehingga aktifitas warga kembali normal.
Ade mengatakan sebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor makin meluas. Hingga kini sebanyak 14 kecamatan telah menjadi zona merah. Sebab itu dia meminta betul warga berkontribusi mematuhi PSBB.
"Kecamatan yang masuk zona merah covid-19 terus bertambah. Pada Selasa, masih 13 kecamatan yang ditetapkan sebagai zona merah. Pada Rabu bertambah menjadi 14 kecamatan," ujar Ade, Jumat (17/4/2020).
AYO BACA : Ini Perbedaan Masker Bedah dan N95 yang Wajib Digunakan Tenaga Medis Tangani Covid-19
Adapun zona merah di Kabupaten Bogor yakni Kecamatan Cibinong 10 kasus, Gunung Putri dan Bojonggede masing-masing 8 kasus, Cileungsi 5, Ciampea 3, Citeureup, Babakanmadang, Kemang dan Tajur Halang masing-masing 2 kasus. Kecamatan Jonggol, Ciawi, Ciomas, Ciseeng dan Parung Panjang, masing-masing satu kasus.
Ade menyampaikan DKI Jakarta sebagai epicentrum corona di Indonesia sudah melaksanakan PSBB sejak tujuh hari lalu. Tetapi penularan terus terjadi. Jumlah orang tertular baru masih tinggi. Kamis kemarin jumlah orang tertular baru di Jakarta mencapai 196 orang, jauh lebih banyak dibanding jumlah tertular baru sehari sebelumnya sebanyak 139 orang.
"Ini berarti corona ini masih sangat berbahaya. Ini pula salah satu yang membuat saya tak bosan mengingatkan warga agar tinggal di rumah, diam di rumah, dan kalau keluar rumah patuhi protokol kesehatan. Sebab, Kabupaten Bogor sangat berdekatan dengan Jakarta. Warga Kabupaten Bogor yang tertular corona dan dirawat di rumah sakit banyak yang tertular karena berinteraksi ke Jakarta," kata Ade.
AYO BACA : Ini Jumlah Penerima Bantuan Terdampak Covid-19 di Kota Bogor
Karena itu pula Ade menegaskan dirinya mengimbau warga Kabupaten Bogor agar meningkatkan kehati-hatian dengan cara berdisiplin mematuhi PSBB, melaksanakan protokol kesehatan.
"PSBB bukan suatu hal yang buruk, PSBB bukan suatu negatif, PSBB bukan untuk mengekang. PSBB adalah untuk menjaga kita semua agar tidak tertular corona. Terimalah PSBB sebagai suatu yang baik untuk kita dan karena itu bersemangatlah menjalankannya," katanya.
Dia menyampaikan dalam tiga hari pelaksanaan PSBB banyak warga yang sudah berdisiplin mematuhi PSBB. Tetapi tidak sedikit juga yang masih belum peduli.
"Saya berterima kasih kepada warga yang sudah berdisiplin, karena sudah bisa dan berhasil mengubah kebiasaan-kebiasaan lama, dan memulai suatu kebiasaan baru sesuai aturan PSBB. Kepada yang belum berdisplin, saya berharap besok dan seterusnya mulai berdisiplin, mulai mencoba suatu kebiasaan baru," katanya.
AYO BACA : Dua Hari, Kota Bogor Catat Nol Kasus Baru Covid-19