Bogor

22 Hari Mondok di RS, Walikota Bogor Diperbolehkan Pulang

Oleh: Admin Sabtu 11 Apr 2020, 18:32 WIB
Unggahan Walikota Bogor Bima Arya usai dinyatakan sembuh dari Covid-19. instagram: @bimaaryasugiarto

BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya, diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit setelah dirawat selama 22 hari di RSUD Kota Bogor. Ia dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Maret usai melawat ke Azerbaijan dan Turki.

Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengatakan, kondisi Bima Arya dinyatakan sehat secara klinis oleh tim dokter dengan berbagai pertimbangan. Selamamenjalankan karantina mandiri di rumah, kata Ilham, Bima direkomendasikan untuk tetap mengikuti prosedur isolasi secara mandiri. 

“Memang signifikan sekali hasilnya (terus membaik). Isolasi di rumah bisa lebih baik karena lebih rileks sehingga dapat membantu percepatan recovery,” ungkap Ilham, Sabtu (11/4/2020).

AYO BACA : Pulang dari Luar Negeri, Walikota Bogor Positif Corona

Bima Arya juga dinyatakan sudah tidak perlu didampingi perawat. Bima diwajibkan melakukan beberapa hal untuk pemulihan seperti, mengkonsumsi obat yang sudah diberikan sesuai anjuran dokter, harus berada di kamar khusus, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, istirahat cukup, rileks, dan makan makanan bergizi tinggi.

Melalui unggahannya di instagram @bimaaryasugiarto, Bima mengaku kondisinya semakin membaik. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada perawat dan sejumlah pihak yang membantu pemulihannya selama ini. 

“Alhamdulillah. Setelah 22 hari dirawat di RSUD, hari ini tim dokter RSUD membolehkan saya dan salah satu ASN yang dirawat untuk pulang dan melanjutkan isolasi secara mandiri di rumah sambil
menunggu hasil swab,” ujar Bima.

AYO BACA : Sebagian Besar Anak Indonesia Waspada Covid-19

Ia mengajak warga untuk terus mengikuti arahan dari pemerintah, baik physical distancing maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena virus ini tidak pandang bulu bisa menyerang siapapun.

“Satu hal yang jelas walaupun banyak ketidakpastian, yang pasti virus ini bisa mengenai siapa saja, apapun jabatanya, apapun agamanya, dimanapun tinggalnya, berapapun gajinya, semua bisa terkena dengan cara yang kita tidak tahu. Jadi yang paling penting kita harus menjaga diri, membatasi, jadi diam di rumah itu hal yang paling betul. Mentaati imbauan pemerintah untuk PSBB itu hal yang tidak ada lagi pilihan. Jadi walaupun terpaksa harus keluar rumah, ya harus pakai masker,” jelas Bima.

“Poin kedua, saya merasa bahwa gejala klinisnya Alhamdulillah tidak berat, mungkin karena pola hidup sehat yang selama ini saya jalankan, olahraga teratur, makan makanan teratur, istirahat cukup, dan lain-lain,” tambahnya.


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKIbaik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Depok Sediakan Rumah untuk PDP dan ODP Corona

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati