Bogor

Menteri Basuki Kebut Penyelesaian Bendungan Ciawi-Sukamahi

Oleh: Admin Jumat 03 Jan 2020, 13:18 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, diwawancara oleh awak media massa. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah tengah membangun dua bendungan besar di Sukamahi dan Ciawi, Bogor untuk mengurangi banjir di wilayah Jakarta. Pembangunan dua bendungan tersebut ditargetkan rampung tahun ini.

Penekanan itu disampaikan lagi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. 

Basuki mengatakan Kementerian PUPR akan mempercepat penyelesaian bendungan. Dilaporkannya, saat ini tahapan konstruksi sudah mencapai 45 persen. Pembebasan lahan bendungan juga sudah melebihi 90 persen.

"Pembangunan bendungan kita percepat tahun ini akan bisa jadi, karena sebagian besar tanah sudah bebas, sudah 90 persen lebih. Mudah mudahan akhir tahun sudah selesai," ujar Basuki di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Soal pembangunan dua bendungan tersebut sudah disinggung sebelumnya oleh Presiden Jokowi pascabanjir di sejumlah ruas jalan protokol Jakarta beberapa waktu lalu (Selasa, 17/12/2019).

"Kita memang masih dalam proses membangun bendungan yang namanya Sukamahi dan Ciawi, di Bogor selesai kira-kira akhir tahun depan insya Allah, kalau jadi akan bisa lebih dikendalikan," ujar Jokowi saat berbincang dengan awak media Istana di Hotel Novotel, Balikpapan, Rabu (18/12/2019).

Sebelumnya, pada Minggu (8/12/2019), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui bahwa pihaknya menunggu tuntasnya dua bendungan yang dibangun Kementerian PUPR itu.

"Kita berharap nanti bendungan di Bogor bisa segera tuntas karena volume air yang datang ke Jakarta dari kawasan dataran tinggi itu cukup banyak," ujarnya.

Anies katakan, dua bendungan tersebut akan membantu Jakarta mengantisipasi bencana banjir, dengan mengurangi intensitas air yang mengalir dari 13 sungai ke Jakarta. 

"Jadi kita berharap bendungan selesai, sehingga volume air yang ke Jakarta bisa turun sampai 30 persen," tambahnya.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom