BOGOR, AYOJAKARTA.COM — Organisasi pencinta alam Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) melepas keberangkatan sekitar 80 peserta pendakian massal dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke Gunung Gede, Jawa Barat, Sabtu pagi (26/10/2019).
Dalam rangkaian acara pendakian ini, para peserta juga akan diajak memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tiap 28 Oktober, di atas gunung.
Sebelum pendakian dimulai, para peserta berseragam kaos hijau diberikan pengarahan hampir setengah jam di halaman kantor Taman Nasional Gunung-Pangrango (TNGP), Cibodas, Jawa Barat. Pengarahan dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Tak hanya itu, setiap peserta harus menjalani tes medical check up terlebih dahulu baik yang ada di Cibodas atau Gunung Putri.
Sesuai misi kegiatan ini, "Zero Plastic", masing-masing peserta dibekali kantong ramah lingkungan dari bahan kain. Kantong tersebut nantinya menjadi tempat menampung sampah-sampah plastik yang ditemukan peserta di sepanjang jalur pendakian.
"Ini tradisi TRAMP sejak berdiri, mencoba untuk memberikan roh Sumpah Pemuda bagi internal TRAMP dan juga umum tiap tahun," tutur Denny Wahyono mewakili pendiri TRAMP kepada Ayojakarta di halaman kantor TNGP Cibodas.
Pendakian massal TRAMP ke Gunung Gede kali ini mengambil start dari jalur Gunung Putri (2.750 mdpl).
Denny yang akrab disapa Bang Dewa, menyebutkan, berdasar laporan yang diterimanya ada 30 peserta dari kategori umum yang mengikuti kegiatan ini. Sisanya, berasal dari internal TRAMP.
"Diperkirakan sampai di Alun-alun Suryakencana sore nanti. Baru besok paginya upacara Sumpah Pemuda," jelasnya lebih lanjut.
TRAMP berdiri sejak tanggal 5 Juni 1975 dan telah mengadakan berbagai ekspedisi baik dalam maupun luar negeri.
Belakangan ini, TRAMP tengah mengkampanyekan program Padagimo Bangkit "Building A Home Not a House”. Mereka membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Total sudah 187 unit yang dibangun dengan menggandeng NGO PARCIS Jepang.