BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Musim kemarau yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya membuat ketinggian air sungai Ciliwung yang melewati pintu bendung Katulampa terus menyusut.
Pantauan ayobogor di pintu Katulampa air hanya mengalir normal ke aliran irigasi atau kalibaru sementara ke aliran Ciliwung meskipun ada hanya sedikit.
AYO BACA : BMKG Imbau Masyarakat Pasang Aplikasi Info Cuaca Saat Mudik
Akibat surutnya ketinggian air itu membuat beton penahan laju air dan bebatuan di badan sungai ciliwung terlihat jelas dan bahkan sejumlah badan sungai ditumbuhi rerumputan hijau.
Kepala pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengatakan debit air Sungai Ciliwung secara keseluruhan berada pada angka 2500 liter perdetik. Angka tersebut jauh berkurang yang pada musim hujan normalnya mencapai 20.000-40.000 liter per detik.
AYO BACA : BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan
"Debit Katulampa ada penyusutan penurunan hari ini ada 2.500 liter per detik harapan mudah-mudahan ada hujan," ungkap Andi.
Dia mengatakan surutnya ketinggian sungai Ciliwung terlihat sejak pertengahan Juni. Akibat kondisi air yang menurun dapat membahayakan ekosistem yang ada di sepanjang aliran Ciliwung sehingga pihaknya memberlakukan sistem giring gilir yakni membagi debit air untuk dialirkan ke aliran ciliwung dan aliran irigasi.
"Kita gunakan sistem bergilir untuk sarana irigasi kita upayakan alirkan 2000 liter untuk ciliwung 100-200 liter tergantung aliran air, aliran irigasi ini biasanya digunakan untuk air baku PDAM. Untuk Ciliwung ini kita alirkan agar bisa melindungi ekosistem yang ada di sepanjang aliran sungai," jelas Andi.
Kondisi air di Bendung Katulampa yang terus menyusut Andi sudah mengkawatirkan namun masih lebih baik ketimbang tahun sebelumnya.
"Sementara mengkawatirkan tapi masih riskan tahun belakang sampai 1500 liter per detik sekarang masih ada 25000 tapi kalau belum ada hujan di kawasan hulu terutama di puncak ini yang menjadi kekawatiran kami, air bisa susut terus," tukasnya.
AYO BACA : Para Ahli Perkuat Deteksi Banjir Pesisir