DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Hasil quick count Pilkada Depok 2020 antara lain yang dirilis oleh lembaga survei Voxpol Center menyebutkan pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono unggul atas pasangan Pradi Supriatna dan Afifah Alia.
Namun, tim pemenangan pasangan nomor urut 1, Pradi dan Afifah, menolak hasil quick count atau hitung cepat karena berdasarkan real count internal mereka justru unggul meski baru 60 persen suara yang dikalkulasi.
Tim Pemenangan pasangan nomor urut 1, Pradi - Afifah, mengkalim real count lebih akurat dibandingkan dengan quick count karena menggunakan data formulir C1 (catatan hasil penghitungan suara di TPS).
“Sebetulnya kami akan merilis real count Jumat (11 Desember 2020). Namun karena masyarakat dibikin bingung oleh quick count dari banyak versi, akhirnya kami berinisiatif mengumumkan sekarang,” ujar Ketua Tim Pemenangan Pradi-Afifah, Nuroji kepada sejumlah wartawan, Rabu (9 Desember 2020), pukul 21.00 WIB, seperti dilansir republika.co.id.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Pradi - Afifah, Hendrik Tangke Allo menyampaikan hasil real count Pradi-Afifah bersumber dari data berdasarkan formulir C1 yang diambil langsung dari saksi-saksi yang bertugas di 4.015 TPS di Kota Depok.
“Update malam ini jam 19.00, masuk lagi data dari dua kecamatan yakni Kecamatan Pancoran Mas dan Kecamatan Cimanggis. Alhamdulillah jumlah data yang masuk saat ini telah 60 persen, dan angka Pradi - Afifah fluktuatif di angka 54 sampai 55 persen,” jelasnya.
Hendrik memastikan pada Jumat siang hasil real count Pradi - Afifah telah mencapai 100 persen. “Kami yakin banget yang dilakukan oleh para saksi di TPS adalah laporan hasil suara yang lebih akurat. Besok kami akan mengumumkan hasil akhirnya.”
Tim Pradi - Afifah menyoal quick count yang ditayangkan Kompas TV yang bekerja sama dengan Voxpol Center. Pergerakan angka sempat terhenti sekitar dua jam dan terhenti di angka 91 persen. “Saya perhatikan sekitar pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, angkanya tidak bergerak dari 20 persen suara yang masuk,” kata dia.
Menurut Hendrik, pihaknya merasa perlu untuk segera merilis hasil real count. “Real count kami lebih dapat dipercaya. Kami memiliki lembaran C1 yang asli dari KPPS. Oleh karena itu kami meyakini jika hitungan kami lebih akurat dan faktual.”