DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Hingga pukul 14.00 WIB ini, perhitungan sementara hasil quick count Pilkada 2020 Kota Depok yang dirilis Lembaga Survei Voxpol Center Research and Consulting memperlihatkan pasangan nomor urut 2, Idris-Imam berbalik unggul 55,49% jumlah suara dari yang sebelumnya 44,94% suara.
Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Pradi-Afifah yang pada menit awal perhitungan quick count pada pukul 13.00 WIB tadi, sempat unggul 55,05% suara, tetapi kini turun menjadi 44,50% jumlah suara.
Diketahui, Pilkada 2020 Kota Depok menjadi ajang tempur 2 kandidat petahana. Wali Kota Depok Mohammad Idris, kalangan non-partai yang dekat dengan PKS, bakal berupaya menyongsong periode kedua kekuasaannya. Idris berduet dengan kader PKS, Imam Budi Hartono yang telah dua periode duduk di DPRD Jawa Barat.
Idris dan Imam diusung 17 kursi di parlemen, yakni melalui PKS, Demokrat, dan PPP serta Partai Berkarya di luar parlemen. Berikut program Janji Kampanye paslon nomor urut 2 Idris-Imam
- Dana Rp 5 miliar per kelurahan
- Ciptakan 5.000 pengusaha/start-up baru dan 1.000 perempuan pengusaha
- Insentif guru honorer dan guru swasta
- Alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat
- Insentif pembimbing rohani
- Insentif RT, RW, LPM
- Pusat olahraga dan UMKM
- WiFi gratis untuk masyarakat
- Sekolah/madrasah negeri per kecamatan
- Posyandu/posbindu di setiap RW
Sementara itu, petahana Pradi Supriatna, wakil Idris saat ini di pemerintahan Kota Depok, bakal berusaha memperoleh kursi Depok 1. Pradi berpasangan dengan Afifah Alia, kader perempuan PDIP yang gagal lolos ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2019 lalu. Pradi dan Afifah diusung koalisi gemuk terdiri dari Gerindra, PDIP, Golkar, PAN, PKB, PSI, serta 7 partai lain di luar parlemen.
Berikut program unggulan paslon nomor urut 1 Pradi-Afifah:
RW Membangun: Alokasi hingga Rp 500 juta untuk pembangunan di setiap RW di Kota Depok
Angkutan Massal & BUMD Transportasi: Penyediaan angkutan massal & integrasi transportasi Depok dengan Jabotabek untuk mengurangi kemacetan di bawah pengelolaan BUMD Transportasi
- Dana pembangunan Rp500 juta per RW
- Angkutan massal dan BUMD Transportasi
- Berobat gratis untuk warga ber-KTP Depok
- Meningkatkan insentif RT, RW, LPM, kader posyandu dan posbindu
- Layanan dokumen kependudukan dan perizinan cepat dan bebas pungli (Mal pelayanan publik)
- Pasar sehat dan modern di setiap kecamatan
- Mencetak 10 ribu UMKM baru
- Menyediakan sekolah dan madrasah baru, serta insentif siswa berprestasi tidak mampu
- Membangun pusat kebudayaan daerah
- Pusat logistik dan kolaborasi UMKM bersama online marketplace