Depok

PILKADA DEPOK 2020: Calon Wakil Wali Kota Afifah Alia Merasa Dilecehkan Rivalnya, Imam Budi & M. Idris

Oleh: Admin Jumat 11 Sep 2020, 19:28 WIB
Calon wali kota Depok Pradi Supriatna (pegang mik) didamping calon wakil wali kota Afifah Alia (kiri) saat menjelaskan turunnya rekomendasi pencalonan mereka di kantor DPC PDI Perjuangan Depok, Jumat 17 Juli 2020/suara.com /Supriyadi

 

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengaku menjadi korban pelecehan oleh rivalnya dalam Pilkada Depok 2020, Imam Budi Hartono. Imam adalah calon wakil wali kota yang berpasangan dengan inkumben Mohammad Idris dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Afifah Alia yang berpasangan dengan Pradi Supriatna dalam Pilkada Depok 2020 tersebut mengatakan, peristiwa pelecehan yang dialaminya itu terjadi saat ia menjalani kewajiban melakukan tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (8/9/2020) lalu.

“Pada hari pertama pemeriksaan kesehatan, para kandidat Pilkada Depok dibagikan kamar bersebelahan oleh petugas RS,” kata Afifah dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Jumat (11 September 2020).

Lalu, saat petugas RS Hasan Sadikin membagikan kamar isolasi pasangan calon (paslon) dan pihak RS menginformasikan kamar milik Afifah, tiba-tiba Imam Budi Hartono melontarkan ucapan frontal yang dirasa Afifah sangat melecehkan dirinya.

 “Tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran ‘sekamar sama saya saja bu Afifah’, di situ ada Pak Idris yang mendengar, kemudian tertawa terbahak-bahak sambil jarinya menunjuk Pak Imam,” kata Afifah.

Mendengar ujaran itu, Afifah mengaku hanya diam. Namun, dalam hati merasa geram dan marah karena lontaran tersebut sangat tidak pantas diucapkan terhadap perempuan.

Politisi partai berlambang Banteng itu memilih diam karena saat itu ingin mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan selama dua hari dan tak ada pula teman dari tim yang mendampinginya. Sesuai ketentuan, masing-masing paslon tidak boleh didampingi.

“Jika itu adalah candaan, sangat tak pantas candaan itu dilontarkan calon pemimpin kota. Candaan itu menyiratkan ketidakpeduliaan terhadap perempuan. Candaan yang mengandung pelecehan.”

Kasus ini, lanjut Afifah, merupakan sala satu miniatur persoalan yang ada di Depok. Setelah beberapa kejadian viral terhadap perempuan seperti kasus begal payudara hingga kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di sekolah dasar negeri di Depok yang dilakukan oleh gurunya.

“Yang saya alami bukanlah apa-apa, jika dibandingkan dengan kasus lain yang terjadi. Namun saya merasa prihatin, dalam kasus saya justru dilakukan oleh anggota DPRD Propinsi Jawa Barat 3 periode. Calon wakil walikota. Santun tapi melecehkan, melecehkan tapi santun,” kata Afifah.

Kini, Afifah tengah menunggu sikap dari lawannya tersebut terkait pernyataan yang dianggapnya sebagai pelecehan. Menurutnya, sebagai seorang rival, Imam Budi Hartono seharusnya menunjukan kualitas diri dengan adu program demi kemajuan Kota Depok, bukan malah memperlihatkan kelakuan yang tidak beradab.

“Yang saya inginkan adalah permintaan maaf dan janji untuk tidak mengulangi pelecehan seperti ini kepada saya maupun perempuan lainnya di kota Depok,” ujarnya.

Afifah Alia merupakan bakal calon wali kota Depok dari PDIP. Ia dipasangkan dengan calon inkumben yakni Wakil Wali Kota Pradi Supriatna untuk menghadapi pertarungan Pilkada Depok 2020.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin