Depok

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, Permintaan Penyemprotan Disinfektan Meningkat

Oleh: Admin Kamis 03 Sep 2020, 09:34 WIB
(ilustrasi) Palang Merah Indonesia (PMI) dalam upayanya mencegah penyebaran virus di kalangan aparat keamanan, melakukan penyemprotan disinfektan di asrama Brimob kelapa 2 Depok. Foto: dok. PMI

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Jumlah kasus Covid-19 di Kota Depok terus melonjak.  Pemkot Depok pun memberlakukan jam malam darurat Covid-19.

Untuk mengurangi penyebaran virus corona, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok mengakui permintaan penyemprotan disinfektan meningkat 50 persen dari biasanya.

AYO BACA : Jam Malam Kota Depok: Satpol PP Terjunkan 88 Personel untuk Mengawasi Warga

PMI saat ini melibatkan Relawan Masyarakat Kelurahan untuk memenuhi permintaan penyemprotan disinfektan yang terus meningkat.

"Naiknya hingga 50 persen (permintaan penyemprotan). Kami dibantu oleh Relawan Masyarakat Kelurahan untuk mengatasi hal tersebut," ujar Wakil Kepala Markas PMI Kota Depok, Imron Maulana, Rabu (2/9/2020).

AYO BACA : Jam Malam Kota Depok: Satpol PP Terjunkan 88 Personel untuk Mengawasi Warga

Menurut Imron, relawan yang sudah dibentuk beberapa bulan yang lalu ini, berasal dari 10 kelurahan. Adapun untuk jumlah anggota, masing-masing 20 hingga 25 orang setiap kelurahan.

"Selain menyemprotkan disinfektan, mereka memiliki beberapa tugas lainnya. Di antaranya, edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan, pendataan lansia dan cek suhu tubuh, pemberdayaan masyarakat untuk peduli terhadap warga yang melaksanakan isolasi mandiri, serta pembagian masker," jelasnya.

Dia menambahkan, kendati demikian, pihaknya belum berencana menambah jumlah personel PMI. Saat ini, pengerjaan penyemprotan disinfektan dilakukan secara bergilir.

"Sementara masih bisa teratasi, karena kita dibantu relawan masyarakat," kata Imron.

AYO BACA : Update Covid-19 Depok: Positif Bertambah 58 Kasus, Sembuh 56 Orang

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono