Depok

Perempuan Tewas Terikat di Ranjang Apartemen, Diduga Korban Pembunuhan

Oleh: Admin Rabu 05 Agu 2020, 16:49 WIB
Ilustrasi (dok AyoMedia Network)

DEPOK, AYOJAKARTA.COM – Polisi masih menyelidiki dan mendalami kasus dugaan pembunuhan dengan korban seorang perempuan berinisial AO (36).

Saat ditemukan, AO yang diketahui seorang janda tersebut dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban di Apartemen Margonda Residence V, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020) malam.
Kasat Reskrim Polres Kota Depok Komisaris Wadi Sabani menuturkan, penemuan jenazah tersebut dilaporkan oleh pihak pengelola apartemen sekitar pukul 20.00 WIB.

Atas laporan tersebut, pihaknya mendatangi lokasi kejadian dan menemukan AO dalam kondisi tragis.

"Kondisi badan telungkup ke bawah di atas ranjang, dengan posisi kaki dan tangan terikat ke belakang. Kemudian juga terdapat luka di bagian kepala belakang dan kening korban, dan juga korban dalam keadaan mulutnya ditutup lakban," kata Wadi kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Wadi menduga AO menjadi korban pembunuhan. Sebab, jenazah korban ditemukan dalam kondisi tidak wajar.

AYO BACA : Temuan Baru Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

"Kami duga seperti itu, karena dengan kondisi seperti ini kematian tidak wajar di TKP, diduga pembunuhan," ujar Wadi.

Berkenaan dengan itu, Wadi mengemukakan bahwa pihaknya masih menyelidiki motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

Kekinian, pihaknya pun telah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

"Barang-barang milik korban, kemudian ada alat yang diduga untuk memukul korban sebuah palu. Kemudian juga tali pengikat kaki dan tangan, dan lakban untuk menutup mulutnya."

Sementara itu, mantan suami korban, Chandra mengaku kaget atas peristiwa tewasnya AO. Chandra meyakini jika mantan istrinya itu dibunuh oleh kekasihnya. Sebab, dia mengaku kerap mendengar kabar jika korban kerap ribut dengan pacarnya.

AYO BACA : NF, Pembunuh Balita di Sawah Besar Adalah Korban Kekerasan Seksual

"Saya mantan suami (korban), saya menduga korban dibunuh oleh pacarnya. Saya kenal dengan (terduga) pelaku. Karena mantan istri saya sering curhat, sering cekcok sama Pais (pelaku)," kata Chandra di rumah duka kawasan Kecamatan Beji, Rabu (5/8/2020).

Meski sudah pisah ranjang, Chandra mengaku masih sering berkomunikasi dengan AO dan memberikan uang untuk keperluan dua anaknya yang diasuh korban.

"Secara pribadi hubungan saya baik dengan mantan istri saya, karena saya punya kewajiban menafkahkan dua anak saya. Terakhir tanggal 30 Juli pas gajian saya transfer uang ke almarhumah," ungkap Chandra.

Dia pun menyebut jika korban dan pelaku menjalin hubungan dekat dua tahun dan rencananya mau menikah. Namun, selama menjalin asmara, mantan istrinya itu kerap diancam oleh sang pacar.

Bahkan kata Chandra, diduga pelaku pernah mengambil televisi milik korban dan handpone milik anaknya. Ia mengetahui hal itu karena anak pertama bilang kepada dirinya.

"Kalau kekerasan fisik saya tidak tahu. Kalau ribut cekcok dan keluarga tahu, itu sudah sering. Terakhir tiga bulan lalu, pertengkaran, mantan istri curhat ke saya, si Pais sudah ancam lagi," ucapnya.

AYO BACA : Terapis Wanita Ditusuk dan Dibakar Pemakai Jasanya di Surabaya

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono