AYOJAKARTA.COM-- PINTU, sebuah socialpreneur yang dikelola oleh Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (MKP) bersama Kampung Dongeng Bojongsari yang dipimpin oleh Iea Cessaria menggelar "Pekan Ceria” yang digelar di Ruang Kita, LKG Hub Depok.
"Melalui PINTU, kami ingin membuka akses berbagi dan berbagi kesempatan,” ujar Ketua Yayasan Maharani Kirana Pertiwi (MKP), Putu Anggreni dikutip Selasa, 11 November 2025.
Mengusung semangat belajar sambil bermain, “Pekan Ceria” menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan, antara lain Senam Ceria, Dongeng Seru, Kreasi Anak, dan Unjuk Bakat.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta keceriaan anak-anak melalui aktivitas yang interaktif dan inspiratif.
“Kegiatan kami dimulai dari pengumpulan baju-baju donasi yang dijual dengan harga terjangkau. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli buku-buku bagi perpustakaan di desa-desa, sekaligus mendukung program Yayasan Kanker Anak Indonesia," jelas dia.
Baca Juga: Soal Rencana Menkeu Purbaya Redenominasi Rupiah, BI Buka Suara dan Pastikan Hal Ini
Saat ini, MKP mengelola 27 perpustakaan desa yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB, NTT, hingga Maluku Tenggara.
Setiap enam bulan sekali, MKP memperbarui sekitar 3.000 buku di setiap perpustakaan agar anak-anak di desa dapat terus menikmati bacaan baru yang mendidik dan menginspirasi.
"Kami menargetkan memiliki 100 Perpustakaan Desa di seluruh Indonesia. Artinya, kami membutuhkan lebih banyak buku yang salah satunya diperoleh dari hasil penjualan di Toko PINTU,” tambah Putu.
Dalam acara ini, anak-anak diajak membawa crayon untuk membuat wayang kertas dalam sesi Kreativitas Anak, serta mendengarkan dongeng seru dari Kakak Pendongeng Kampung Dongeng.
Mereka juga diberikan kesempatan tampil di depan teman-teman dalam sesi Unjuk Bakat.
“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Yayasan MKP dan PINTU Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi karakter bisa dikemas secara menyenangkan dan inklusif,” tutur Iea Cessaria, Ketua Kampung Dongeng Bojongsari.
Baca Juga: Kenapa Orang Karismatik Selalu Didengar? Ini Penjelasan Psikologinya
Menurut dia, “Pekan Ceria” menjadi wadah silaturahmi antara anak-anak, orang tua, dan komunitas lokal yang peduli terhadap pendidikan karakter serta literasi.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk menghidupkan semangat belajar, berbagi, dan bermain di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini turut diikuti oleh anak-anak didikan drg. Ratna Indrati, yang dengan penuh semangat mendukung para peserta agar berani tampil dan berkreasi.
"Mereka bukan hanya bersenang-senang, tapi juga belajar berinteraksi, mendengar dongeng penuh pesan moral, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Ini pengalaman yang sangat berharga untuk mereka," katanya.