Ekonomi

Pemerintah Perluas Target UMKM dengan Biaya Rp300T, Berikut Plafon Pinjaman dan Syarat Terbaru KUR BRI 2025

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 07 Jan 2025, 17:39 WIB
Merujuk pada regulasi terbaru, plafon pinjaman untuk KUR BRI telah ditingkatkan pada setiap jenis pinjaman.

AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah juga telah menetapkan target penyaluran KUR nasional sebesar Rp300 triliun untuk tahun 2025, sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Program KUR 2025 terdapat peningkatan target biaya dan perluasan debitur dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana diharapkan dapat menjangkau lebih dari 2 juta debitur baru serta 1 juta debitur yang bergraduasi dari program KUR.

Merujuk pada regulasi terbaru, plafon pinjaman untuk KUR BRI telah ditingkatkan pada setiap jenis pinjaman.

Baca Juga: Susah Cari Kerja Malah Jadi Pengusaha, Athiya Cake Bersyukur Diselamatkan KUR BRI

Berikut informasi mengenai syarat dan pinjaman terbaru Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2025.

Plafon Pinjaman KUR BRI 2025

Pada KUR BRI jenis Mikro telah ditingkatkan menjadi Rp100 juta, sedangkan KUR Kecil tetap dalam rentang Rp100 juta hingga Rp500 juta.

Ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Dukung Ekonomi, BRI Berikan Akses KUR untuk 2,6 Juta UMKM pada 2024

Syarat Pengajuan KUR BRI 2025

Untuk mengajukan KUR BRI, calon debitur harus memenuhi syarat-syarat berikut:

- Individu atau perorangan

- Calon debitur harus memiliki usaha produktif minimal 6 bulan sudah berjalan

- Tidak sedang menerima kredit dari bank lain (kecuali untuk konsumtif)

Baca Juga: Masih Punya Cicilan Paylater, Pinjol, atau Leasing Apakah Bisa Ajukan KUR BRI 2024? Begini Caranya Agar ACC dan Cair

- Dokumen administrasi pinjaman lainnya seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha

Dengan target yang ambisius ini, pemerintah berharap KUR dapat terus berfungsi sebagai penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil