Ekonomi

Info Bansos Terbaru, Apakah Sudah Ada Pencairan PKH dan BPNT di Awal Januari-Februari 2025?

Oleh: Deba Lauda Jumat 03 Jan 2025, 09:32 WIB
Belum ada pencairan resmi bansos PKH dan BPNT periode Januari 2025.

AYOJAKARTA.COM — Pencairan bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) selalu menjadi perhatian masyarakat.

Baru-baru ini, beredar kabar di media sosial bahwa pencairan bansos untuk tahap pertama tahun 2025 sudah dimulai sejak 1 hingga 2 Januari 2025 dengan nominal saldo sebesar Rp400.000 yang akan masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun, apakah informasi ini benar atau hanya sekadar isu?

Dikutip dari kanal YouTube CEK BANSOS pada Jumat, 3 Januari 2025, berdasarkan pengecekan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), hingga saat ini belum ditemukan perubahan status terkait penyaluran bantuan sosial untuk periode Januari 2025.

Baca Juga: Daftar Program Bansos dan Subsidi Utama 2025: BPNT, PIP, hingga Diskon Tarif Listrik

Data yang ada menunjukkan bahwa pencairan terakhir dilakukan pada November hingga Desember 2024, bukan di awal Januari 2025.

Hal ini mengindikasikan bahwa pencairan bansos tahap pertama tahun 2025 belum dimulai secara resmi. Informasi yang menyebutkan saldo Rp400.000 telah masuk ke KKS pada Januari 2025 masih belum terverifikasi.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa setiap wilayah memiliki jadwal pembaruan sistem yang berbeda-beda. Ini menyebabkan adanya ketidaksamaan waktu dalam pencairan bansos.

Sebagian wilayah mungkin memperbarui data lebih cepat, sementara wilayah lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

Baca Juga: Paket Stimulus Total Rp38,6 Triliun dari Pemerintah: Untuk Ekonomi dan Perlindungan Sosial via Bansos?

Sebagai contoh, penyaluran bansos yang dilakukan pada 29 dan 30 Desember 2024 telah terkonfirmasi dan statusnya diperbarui menjadi SI (Standing Instruction).

Namun, pencairan tersebut masih termasuk dalam periode penyaluran tahun 2024, bukan periode awal 2025.***

 

Reporter Deba Lauda
Editor Tedi Rukmana