AYOJAKARTA.COM - Memasuki era kepemimpinan baru di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran pada tahun 2025, sejumlah program unggulan akan segera diimplementasikan mulai bulan Januari.
Program pertama yang menjadi sorotan adalah program makan bergizi gratis yang akan dimulai pada 2 Januari 2025.
Tahap pertama program ini akan menyasar 3 juta siswa di seluruh Indonesia untuk periode Januari-Maret 2025.
Dengan target total 17 juta penerima manfaat hingga akhir tahun, mencakup siswa-siswi dan ibu hamil.
Program ini mengalokasikan anggaran lebih dari 70 triliun rupiah, dengan indeks rata-rata Rp10.000 per porsi makanan, meski nominal tersebut dapat bervariasi antar daerah.
Program unggulan kedua adalah bantuan diskon listrik 50% yang dilatarbelakangi oleh kenaikan PPN menajdi 12%.
Program ini ditujukan untuk pelanggan listrik rumah tangga berdaya 450 VA hingga 2.200 VA selama periode Januari-Februari 2025.
Baca Juga: Honor GT Siap Dominasi Pasar dengan Snapdragon 8 Gen 3 Plus Cooling System Canggih
Para penerima manfaat tidak perlu melakukan registrasi khusus, karena diskon akan langsung diterapkan saat pembelian token listrik bagi pengguna prabayar atau pada tagihan bulanan bagi pelanggan pascabayar.
Bersamaan dengan itu, pemerintah juga akan meluncurkan program bantuan pangan berupa beras 10 kg untuk periode Januari-Februari 2025.
Yang akan disalurkan kepada 16 juta keluarga penerima manfaat yang tercatat sebagai keluarga miskin ekstrem.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Blaze Duo 5G yang Rilis Tahun Depan, Flagship Killer Sesungguhnya Telah Tiba?
Berdasarkan data nota keuangan RAPBN 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran program perlindungan sosial sebesar Rp504,72 triliun.
Anggaran ini akan didistribusikan melalui tiga jalur utama, yaitu Kementerian/Lembaga, non-Kementerian/Lembaga, dan transfer ke daerah.
Untuk program yang dikelola Kementerian Sosial, bantuan akan disalurkan kepada 10 juta keluarga penerima PKH.
Selain itu, akan disalurkan pula kepada 18,8 juta KPM penerima BPNT, serta 158,4 ribu penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama akan mengelola PIP untuk 20,4 juta siswa dan 1,1 juta mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Distribusi anggaran perlindungan sosial juga mencakup program-program di bawah Kementerian Kesehatan, termasuk bantuan iuran JKN untuk 96,8 juta PBI dan 49,6 juta peserta PBPU/BP kelas 3.
Untuk program non-kementerian, anggaran dialokasikan untuk subsidi BBM (19,41 juta KL), subsidi LPG 3 kg (8,17 juta kg), dan subsidi bunga KUR untuk 7,5 juta debitur.
Baca Juga: Kabar Gembira! Rp800.000 Sudah Masuk Rekening BRI, Cek Jadwal Pencairan PKH di Wilayahmu
Di tahun 2025, pemerintah juga akan memperkenalkan skema baru penyaluran subsidi BBM, termasuk transformasi ke bentuk BLT BBM.
Program BLT Dana Desa juga akan terus belanjut dengan target 2,96 juta keluarga penerima manfaat.