AYOJAKARTA.COM - Pada November 2024, Kementerian Sosial tetap melanjutkan penyaluran bantuan sosial meskipun ada isu penghentian menjelang Pilkada 27 November 2024.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada jajarannya untuk mempertajam data penerima subsidi dalam waktu dua minggu.
Hal ini bertujuan guna untuk memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran kepada para KPM.
Sebagai respons, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan lapangan ke Cipayung, Jakarta Timur untuk memverifikasi efektivitas penyaluran bantuan.
Baca Juga: Catat! Proses Penyaluran dan Pencairan Bansos PKH BPNT Dimulai 18 November 2024
Program-program unggulan pemerintahan Prabowo mencakup pembangunan rumah sebanyak 3 juta unit per tahun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Selain itu, terdapat program makanan bergizi gratis untuk meningkatkan kesehatan anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.
Serta melanjutkan program bantuan yang sudah berjalan seperti PKH, program sembako (BPNT), dan Bansos PBI.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas ditunjuk sebagai penanggung jawab pemutakhiran data tunggal penerima bantuan.
Bantuan sosial yang sedang disalurkan pada November 2024 meliputi beberapa program.
Baca Juga: Indonesia Masuk 10 Negara Penggunaan Medsos Durasi Terlama, Produktivitas Masyarakat Dipertanyakan?
Pertama, Bansos Atensi API untuk anak yatim piatu sebesar Rp 800.000 untuk periode 4 dan 5, serta Rp 400.000 untuk periode 6.
Kedua, bantuan permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas berupa makanan siap saji dua kali sehari.
Ketiga, program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang menyediakan bantuan modal usaha.
Hingga Rp 5 juta beserta pendampingan untuk penerima PKH dan BPNT yang memiliki usaha mikro.
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga tengah dalam proses penyaluran.
Untuk PKH, pertengahan November menjadi periode penting karena sedang dilakukan verifikasi data dan pengecekan rekening penerima, dengan prediksi pencairan di akhir November 2024.
Sementara untuk BPNT, proses SP2D telah dimulai dengan prediksi pencairan pada pekan ketiga dan keempat November 2024.
Kedua program ini mencakup penerima baru hasil validasi sistem maupun penerima lama yang masuk dalam termin terakhir periode September-Oktober 2024.***