Ekonomi

Telkom Data Center IPO, Mampukah Bersaing dengan DCI dan Pemain Global?

Oleh: Katarina Erlita Senin 15 Sep 2025, 18:25 WIB
Data Center Telkom (Sumber: telkom.co.id)

AYOJAKARTA.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah membuka peluang pengembangan bisnis data centernya melalui NeutraDC.

Opsi yang dipertimbangkan termasuk masuknya investor strategis hingga penawaran umum perdana saham (IPO).

Direktur Wholesale & International Services Telkom, Honesti Basyir, menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan sekadar IPO, melainkan memperbesar skala bisnis agar dapat memberi kontribusi signifikan pada pertumbuhan Telkom Group.

Baca Juga: Tasya Farasya Resmi Gugat Cerai Sang Suami Ahmad Assegaf, Sidang Perdana Digelar Minggu Depan

Menurut laporan Reuters akhir 2024, valuasi NeutraDC sudah menembus US\$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun.

Potensi ini membuat banyak pihak menilai IPO NeutraDC bisa menjadi salah satu langkah besar di sektor infrastruktur digital Indonesia.

Apalagi, kebutuhan data center terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan cloud computing, e-commerce, fintech, hingga kecerdasan buatan (AI).

Namun, Telkom tidak sendirian di industri ini. PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), pemain swasta yang sudah lebih dulu melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2021, mencatat kinerja impresif.

Baca Juga: BKN Resmi Luncurkan Fitur e-kinerja Bisa Pantau Aktivitas ASN secara Online!

Pada semester I 2025, DCI berhasil membukukan laba bersih Rp616,9 miliar, melonjak 106% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatannya juga naik hampir 81% menjadi Rp1,33 triliun, dengan jasa colocation sebagai kontributor utama.

DCI saat ini mengoperasikan kapasitas 119 MW dari fasilitas di Cibitung, Karawang, dan Jakarta, serta sedang membangun pusat data baru di Surabaya berkapasitas 9 MW.

Proyek besar lainnya adalah data center di Bintan dengan kapasitas lebih dari 1.000 MW, yang menandai ambisi DCI menjadi pemain hyperscale regional. Sementara itu, Telkom masih berada di level sekitar 48 MW di dalam negeri, ditambah 17 MW di Singapura.

Baca Juga: Daftar iPhone Series yang Dapat Update iOS 26 hingga Perbedaan Sistem iOS 25!

Ke depan, NeutraDC menargetkan ekspansi agresif hingga 500 MW pada 2028. Telkom juga mengisyaratkan kemitraan dengan pemain global untuk memperkuat standar layanan agar setara operator kelas dunia.

Persaingan jelas tidak mudah. DCI unggul dalam pengalaman, sertifikasi global, dan sudah memiliki lebih dari 200 pelanggan.

Sedangkan Telkom punya kekuatan dari sisi jaringan telekomunikasi, dukungan pemerintah sebagai BUMN, serta ekosistem digital yang luas. Jika IPO terlaksana, NeutraDC berpotensi mendapat suntikan modal besar untuk mempercepat ekspansi.

Pertanyaannya, mampukah Telkom mengejar kecepatan DCI sekaligus menghadapi raksasa global seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure yang juga gencar membangun data center di Asia Tenggara?

Dengan pasar yang terus tumbuh, pertarungan data center ini akan menjadi salah satu babak paling menarik dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita