Ekonomi

BRI Cetak Sejarah di Sektor Perbankan, Bank Pertama yang Kantongi TMMi Level 3

Oleh: Gita Esa Hafitri Rabu 07 Jan 2026, 11:40 WIB
BRI Cetak Sejarah di Sektor Perbankan, Bank Pertama yang Kantongi TMMi Level 3

AYOJAKARTA.COM -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali membuktikan taringnya sebagai pemimpin inovasi teknologi perbankan di tanah air.

Baru-baru ini, BRI mencatatkan pencapaian monumental dengan meraih sertifikasi Test Maturity Model Integration (TMMi) Level 3.

Prestasi ini bukan sekadar gelar biasa, melainkan pengakuan bahwa BRI merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil mencapai tingkat kematangan pengujian sistem aplikasi pada level tersebut di skala internasional.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan transformasi digital BRI. Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, kualitas teknologi informasi (TI) menjadi pembeda utama.

Dengan sertifikasi TMMi Level 3, BRI menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada kuantitas layanan, tetapi sangat mengedepankan kualitas dan keamanan setiap platform digital yang mereka miliki.

Bagi masyarakat awam, istilah TMMi mungkin terdengar teknis. Namun, dampaknya sangat terasa pada kenyamanan saat menggunakan aplikasi perbankan.

TMMi adalah standar global yang berfungsi untuk mengevaluasi seberapa matang proses pengujian sistem dalam sebuah organisasi.

Evaluasi ini mencakup seluruh aspek, mulai dari kerangka kerja yang digunakan, konsistensi prosedur, hingga efektivitas aktivitas quality assurance (QA).

Dengan mencapai Level 3, proses pengujian di BRI sudah masuk kategori "Defined". Artinya, semua pengujian sistem aplikasi di BRI dilakukan dengan cara yang terstruktur, terdefinisi dengan jelas, dan diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.

Hal ini meminimalkan risiko adanya bug atau kegagalan sistem saat nasabah sedang melakukan transaksi penting melalui aplikasi seperti BRImo.

Saladin Dharma Nugraha Effendi, selaku Direktur Teknologi Informasi BRI, memberikan penjelasan mendalam mengenai nilai strategis di balik raihan ini.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya besar BRI untuk memperkuat kualitas pengujian sistem aplikasi. Fokus utamanya tidak lain adalah untuk mewujudkan customer excellence atau keunggulan layanan bagi nasabah.

"BRI secara rutin menerapkan standar operasional berbasis prinsip Reliability, Availability, Scalability, and Security (RASS) demi menjaga keamanan dan stabilitas layanan digital, sebagai bagian dari gerakan transformasi BRIvolution Reignite," tuturnya.

Penerapan prinsip RASS ini memastikan bahwa layanan perbankan digital BRI selalu dapat diandalkan (Reliability), selalu tersedia kapan pun dibutuhkan (Availability), mampu menangani lonjakan transaksi (Scalability), dan yang paling krusial, terlindungi dari ancaman siber (Security).

Keberhasilan meraih TMMi Level 3 ini mencakup dua metodologi Software Development Life Cycle (SDLC) yang paling populer di dunia industri teknologi, yaitu V-model dan Agile.

Dengan mengombinasikan kedua metode ini, BRI mampu bergerak lincah namun tetap memiliki kontrol kualitas yang sangat ketat.

Tidak berhenti pada TMMi, BRI juga sukses melakukan resertifikasi ISO 29119. Sebagai informasi, ISO 29119 adalah standar internasional tertinggi untuk proses pengujian sistem perangkat keras dan lunak.

Keberhasilan resertifikasi ini memperkuat posisi BRI sebagai bank yang memiliki tata kelola TI paling sehat di Indonesia.

Saladin menambahkan bahwa kematangan kerangka kerja ini sangat krusial bagi operasional bank. Menurut beliau, kerangka kerja yang solid memungkinkan BRI untuk memastikan setiap aplikasi telah melalui uji coba yang mendalam.

Hasilnya adalah sistem yang aman, efisien, dan siap menyajikan pengalaman pengguna yang paling memuaskan.

"Kami mampu menciptakan sistem aplikasi yang lebih berkualitas dan stabil berkat kerangka kerja yang makin matang, sehingga pencapaian kepuasan nasabah atau customer excellence dapat terus terjaga secara berkesinambungan," ungkap Saladin.

Penerapan quality assurance (QA) dengan standar tinggi memberikan struktur yang kokoh dalam setiap tahapan produksi aplikasi.

BRI memastikan bahwa setiap baris kode yang ditulis bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi para nasabah setianya.

Capaian TMMi Level 3 dan kesuksesan resertifikasi ISO 29119 adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh tim teknologi informasi di BRI.

Momentum ini tidak akan membuat BRI berpuas diri. Sebaliknya, hal ini menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan standar internal dan berinovasi di masa depan.

BRI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi bank terbesar, tetapi juga menjadi bank dengan layanan digital paling andal.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri