AYOJAKARTA.COM -- Sering kali, terdapat perjuangan sunyi yang luput dari pendengaran namun terpampang nyata melalui sebuah citra. Perjuangan para perempuan hebat kini tidak lagi hanya menjadi untaian kata dalam narasi, melainkan hadir secara visual melalui kejelian mata kamera.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menyediakan wadah apresiasi bagi karya jurnalistik sekaligus menghormati perjuangan para nasabah perempuan mereka.
Komitmen tersebut mewujud dalam ajang PNM Journalist’s Photo Journey, sebuah kompetisi foto jurnalistik tingkat nasional yang sangat kompetitif.
Tahun ini, sebanyak 147 jurnalis dari berbagai pelosok provinsi di Indonesia berpartisipasi untuk menangkap momen-momen emosional para perempuan penggerak ekonomi.
Dengan mengangkat tema besar “Perempuan Lentera Kehidupan”, kompetisi ini selaras dengan fokus utama PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera. Acara ini juga menjadi bentuk refleksi mendalam guna memperingati Hari Ibu yang jatuh pada akhir Desember lalu.
Dari ratusan foto yang masuk ke meja panitia, dewan juri profesional telah menyaring dan menetapkan 12 karya terbaik sebagai finalis.
Untuk memastikan pesan perjuangan ini sampai ke hati masyarakat luas, PNM memilih Stasiun MRT Bundaran HI sebagai lokasi pameran pada tanggal 12 hingga 14 Januari 2026.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu titik dengan arus penumpang tertinggi di Jakarta, Stasiun MRT Bundaran HI memungkinkan ribuan pengguna transportasi umum menyaksikan langsung kerja keras para jurnalis.
Melalui pameran ini, kisah inspiratif mengenai ketangguhan perempuan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam di tengah kesibukan mobilitas ibu kota.
Kompetisi ini membagi karya ke dalam tiga kategori utama yang mencerminkan pendekatan holistik PNM dalam mendampingi total 22,7 juta perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Ketiga aspek tersebut adalah Kategori Sosial, Kategori Ekonomi, dan Kategori Lingkungan.
Di lokasi pameran, suasana terasa berbeda dari biasanya. Banyak penumpang MRT yang sengaja memperlambat langkah mereka.
Mata para pengunjung tampak terpaku pada tiap bingkai foto, bahkan tak sedikit yang terdiam sejenak saat meresapi teks cerita yang menyertai gambar-gambar tersebut.
Salah satu pengunjung wanita memberikan testimoni emosional setelah melihat koleksi foto yang dipamerkan.
"Foto-foto ini bikin perjuangan perempuan makin ter-highlight. Sebagai sesama perempuan saya tau betul perjuangan beratnya, saya jadi langsung ingat sosok ibu, dan rasanya lebih terharu sekarang," ungkap seorang pengunjung pameran dengan penuh rasa haru.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa inisiatif ini memiliki tujuan strategis untuk memperkokoh narasi pemberdayaan masyarakat.
Dokumentasi visual bukan sekadar arsip, melainkan bukti nyata bagaimana posisi perempuan menjadi pusat dari ketahanan nasional dan agen perubahan dalam dinamika kehidupan sehari-hari.
Pameran foto ini pada akhirnya bertransformasi menjadi lebih dari sekadar pajangan seni di ruang publik.
Ia berfungsi sebagai pengingat bagi setiap orang yang melintas di tengah cepatnya arus kota bahwa kemajuan bangsa ini bertumpu pada langkah-langkah kaki perempuan yang tak pernah berhenti melangkah.
Mereka adalah lentera yang terus menyala, menerangi kegelapan ekonomi di keluarga mereka, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan PNM Journalist’s Photo Journey, PNM tidak hanya merayakan keberhasilan para jurnalis dalam membidik gambar, tetapi juga merayakan keberanian jutaan perempuan nasabah mereka yang terus berjuang keluar dari garis prasejahtera.