Ekonomi

Lantik Pejabat Baru, LPS Fokus Perkuat Struktur Organisasi demi Penjaminan Polis

Oleh: Gita Esa Hafitri Rabu 04 Mar 2026, 13:59 WIB
Persiapan Penjaminan Polis 2027, LPS Resmi Lantik Sejumlah Pejabat Baru untuk Reorganisasi

AYOJAKARTA.COM -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas sistem perbankan dan industri keuangan nasional. Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, LPS melakukan langkah strategis melalui reorganisasi besar-besaran.

Pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Kantor LPS Jakarta, lembaga ini resmi melantik jajaran pejabat baru yang akan mengisi posisi strategis, mulai dari Direktur Eksekutif hingga Kepala Tim.

Dengan memperkuat struktur internal, LPS optimistis dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga resolusi yang kredibel dan tepercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan respons cepat lembaga terhadap situasi ekonomi terkini.

Industri jasa keuangan saat ini tidak hanya berhadapan dengan masalah domestik, tetapi juga tekanan dari pasar global yang fluktuatif. Oleh karena itu, penambahan kekuatan di level manajerial menjadi prioritas utama.

"Acara pelantikan ini bukan hanya seremoni rutin pergantian posisi jabatan, mengingat saat ini industri keuangan masih menghadapi beragam hambatan, baik dari dalam negeri maupun lingkup internasional. Karena alasan tersebut, kami terus membekali diri dan memperkokoh struktur organisasi dengan menunjuk pejabat-pejabat baru," papar Anggito.

Fokus utama LPS adalah memastikan bahwa setiap lini organisasi siap bekerja dengan efisiensi tinggi. Dengan hadirnya tenaga ahli di bidang teknologi informasi, regulasi, dan resolusi, LPS ingin menjamin bahwa setiap kebijakan yang diambil mampu melindungi dana masyarakat secara maksimal.

Salah satu sorotan utama dalam agenda pelantikan ini adalah persiapan penyelenggaraan Program Penjaminan Polis (PPP).

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengungkapkan fakta menarik bahwa PPP kemungkinan besar akan diimplementasikan lebih cepat dari jadwal semula. Jika sebelumnya program ini diprediksi mulai berjalan pada 2028, kini LPS menargetkan kesiapan penuh pada tahun 2027.

Farid menjelaskan bahwa pengalaman sukses LPS dalam menjamin simpanan nasabah bank menjadi modal berharga.

Penjaminan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang secara otomatis mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan. Keberhasilan serupa diharapkan terjadi pada industri asuransi melalui PPP.

"LPS memberikan jaminan kesiapan untuk menyelenggarakan Program Penjaminan Polis apabila kebijakan tersebut diterapkan pada tahun 2027, yang berarti satu tahun lebih awal dari rencana semula di 2028. Mengacu pada rekam jejak kami dalam menjamin simpanan, langkah ini terbukti meningkatkan keyakinan publik terhadap perbankan serta memicu kenaikan dana simpanan masyarakat," urainya.

Dalam pelantikan kali ini, LPS menempatkan figur-figur berpengalaman untuk memimpin divisi-divisi krusial. Sektor Teknologi Informasi (TI) mendapatkan perhatian khusus, mengingat digitalisasi keuangan menuntut sistem pengamanan data yang sangat kuat.

Selain itu, penguatan di sektor komunikasi dan hubungan lembaga menjadi kunci untuk mengedukasi masyarakat mengenai hak-hak mereka. Berikut adalah nama-nama pejabat baru yang kini resmi mengemban amanah di LPS.

1. Monang Siringoringo: Direktur Eksekutif Teknologi Informasi.

2. Nur Budiantoro: Direktur Group Komunikasi dan Hubungan Lembaga.

3. The Daniel: Direktur Group Pengelolaan Data Bank.

4. Vitri Pascauli: Direktur Group Regulasi Lembaga.

5. Haydin Haritzon: Plt. Direktur Group Layanan Umum.

6. Aroma Patria Perdana: Plt. Direktur Group Resolusi dan Hubungan Investor Asuransi.

Untuk memastikan roda organisasi bergerak hingga ke level teknis, LPS juga melantik 9 orang Kepala Divisi dan 25 orang Kepala Tim. Para pejabat ini bertanggung jawab langsung atas operasional harian, mulai dari edukasi masyarakat, penanganan hukum, hingga manajemen likuiditas. Beberapa nama Kepala Divisi yang dilantik antara lain:

1. Bayu Permana Jati: Plt. Kepala Divisi Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan KPW II Surabaya.

2. Firman Kusbianto: Kepala Divisi Hukum Pendukung.

3. Rhein Valleno Oktoriansyah: Plt. Kepala Divisi Kehumasan.

4. Tri Hartanto: Plt. Kepala Divisi Logistik dan Rumah Tangga.

5. Andreas Suryo Adhitama: Plt. Kepala Divisi Pelaksanaan

6. Nidya Rose Wahyuni: Plt. Kepala Divisi Pengelolaan Likuiditas dan Setelmen.

7. Steffanie Berlian Simatupang: Plt. Kepala Divisi Pengelolaan Rencana Resolusi Bank.

8. Achmad Rasyad Rangkuti: Plt. Kepala Divisi Pengelolaan SCV Polis.

9. Hanna Mutia Agista: Plt. Kepala Divisi Pengolahan Data.

Khusus untuk posisi yang menangani SCV (Single Customer View) Polis, jabatan ini memiliki peran vital dalam memetakan data nasabah asuransi secara akurat. Hal ini merupakan prasyarat teknis agar proses penjaminan bisa berjalan cepat dan tepat sasaran saat terjadi risiko di masa depan.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri