Ekonomi

Kabar Baru Peralihan Pos Indonesia ke Kartu KKS PKH Juli-Agustus 2024, Begini Statusnya di SIKS-NG

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 17 Sep 2024, 10:15 WIB
Seperti yang diketahui, pencairan bantuan PKH Juli-September 2024 mengalami keterlambatan karena ada perubahan pihak penyalur.

AYOJAKARTA.COM – Sudah hampir memasuki minggu ketiga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) alokasi Juli-September 2024 belum dicairkan.

Seperti yang diketahui, pencairan bantuan PKH Juli-September 2024 mengalami keterlambatan karena ada perubahan pihak penyalur.

Sebelumnya, bantuan PKH yang diberikan untuk alokasi tiga bulan sekaligus disalurkan secara tunai melalui Pos Indonesia.

Pada pencairan untuk periode Juli-Agustus 2024 ini pemerintah mengalihkan pencairan melalui Pos Indonesia ke kartu KKS.

Untuk mengetahui perkembangan proses pencairan PKH hanya bisa dilihat melalui SIKS-NG.

Dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos pada Selasa (17/9/2024), hingga kini proses pencairan untuk PKH Juli-Agustus 2024 masih pembukaan rekening kolektif atau burekol.

Memang saat ini prosesnya masih dalam tahap pembukaan rekening, tetapi bisa saja dalam beberapa hari kedepan prosesnya sudah berubah.

Mengingat status burekol yang terlihat di SIKS-NG sudah muncul sejak beberapa minggu yang lalu.

Kemungkinan proses pembukaan rekening sudah mendekati akhir atau akan segera selesai.

Setelah proses burekol selesai, bank penyalur akan melakukan pembagian buku rekening dan kartu KKS.

Namun, perlu diingat bahwa jadwal pembagian buku rekening dan kartu KKS di setiap daerah berbeda-beda.

Baca Juga: Heboh Polemik Akun Fufufafa Diduga Milik Gibran Rakabuming, Sekjen PDIP Beri Respons Menohok

Ketika buku rekening dan kartu KKS sudah diterima, bukan berarti sudah ada saldo bantuan masuk di dalamnya.

KPM harus menunggu berbagai proses di SIKS-NG berjalan sebelum bantuannya dicairkan oleh bank penyalur.

Ketika keterangan SP2D di SIKS-NG sudah berubah menjadi Standing Instruction (SI) maka dalam 1 hingga 7 hari bantuannya bisa dicairkan.

Untuk itu, para KPM diharapkan agar tetap bersabar menunggu informasi pencairan bantuan tersebut.

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aris Abdulsalam