AYOJAKARTA.COM - Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada September 2024 sudah terpantau melalui aplikasi SIKS-NG.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima bansos PKH dan BPNT pada periode penyaluran terdekat sudah melalui tahapan evaluasi komponen.
Proses evaluasi ini mencakup berbagai kategori, seperti ibu hamil, anak usia prasekolah, siswa SD, SMP, SMA, lansia, disabilitas berat, hingga keluarga korban pelanggaran HAM berat.
KPM yang telah dievaluasi dan memenuhi syarat kemudian memasuki tahapan finalisasi, atau final closing.
Pada tahapan finalisasi ini, data penerima yang telah dievaluasi akan ditetapkan sebagai calon penerima PKH.
Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube INFO BANSOS, pada Senin, 1 September 2024, setelah proses finalisasi selesai, data pembayaran akan ditetapkan dan dilanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu proses SP2D.
Sebelum SP2D, dilakukan pengecekan rekening untuk memastikan bahwa saat transfer saldo nantinya, tidak ada masalah.
Proses pengecekan rekening ini sangat penting, karena hasilnya bisa berbeda-beda: sebagian besar akan berhasil, namun ada pula yang gagal karena ketidaksesuaian data identitas kependudukan.
KPM yang berhasil dalam proses pengecekan rekening akan dilanjutkan ke tahapan SP2D; dan mereka dipastikan akan menerima bantuan.
Berdasarkan pantauan pada aplikasi SIKS-NG, bantuan PKH dan BPNT untuk periode penyaluran Juli hingga September 2024 diprediksi cair dalam waktu dekat.
Sebelumnya, KPM penerima PKH dan BPNT yang tidak memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menerima bantuan melalui Kantor Pos.
Namun, kini kebijakan telah berubah, dan KPM yang berada di daerah dengan akses ATM dan agen bank yang memadai dialihkan ke penggunaan KKS, sehingga mereka dapat mencairkan bantuan lebih mudah.
Proses finalisasi PKH bagi KPM penerima pos menunjukkan bahwa bantuan ini disalurkan per tiga bulan, sama seperti bantuan BPNT.
Beberapa daerah bahkan telah mendistribusikan KKS dan buku tabungan kepada KPM, seperti di wilayah Aceh dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan di Kabupaten Sleman dengan Bank Mandiri.
Namun, ada daerah yang masih dalam proses pembagian KKS dan buku tabungan, tergantung dari masing-masing bank di daerah tersebut.
Penyaluran bantuan PKH dan BPNT akan berlangsung hingga akhir September 2024, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Proses pencairan sudah terlihat, terutama untuk PKH yang memasuki tahap final closing dan BPNT yang telah mencapai tahap pembukaan rekening kolektif.
Diperkirakan, bantuan ini akan cair mulai pekan kedua hingga pekan keempat bulan September 2024.
Untuk pencairan reguler bantuan PKH dan BPNT periode September-Oktober 2024, prosesnya dimulai dengan finalisasi usulan dan sanggahan dari daerah.
Setelah itu, Kementerian Sosial akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk pengecekan rekening KPM penerima bantuan sosial.
KPM yang dinyatakan layak akan menerima bantuan setelah proses verifikasi rekening selesai, ditandai dengan status "berhasil cek rekening" di aplikasi SIKS-NG.
Jika tanda ini muncul, pencairan bantuan sosial untuk KPM akan diproses dalam 1 hingga 3 hari ke depan.
Tanda-tanda pencairan dimulai dari perubahan status pada aplikasi SIKS-NG hingga munculnya SP2D. Ketika SP2D terbit, saldo bantuan akan segera diproses dan KPM tinggal menunggu pencairan.
Untuk tahap kelima penyaluran PKH periode September-Oktober dan tahap keenam BPNT, penjadwalannya masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Sosial.
Pencairan kemungkinan besar akan berlangsung di akhir September atau awal Oktober 2024.