AYOJAKARTA.COM - Pemerintah kembali menyalurkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bukan hanya bantuan PKH dan BPNT, kali ini pemerintah juga menambahkan beberapa bantuan tambahan yang menyasar berbagai kategori masyarakat rentan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan daya beli dan penguatan jaring pengaman sosial nasional, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok dan kebutuhan dasar.
Pemerintah Perluas Kelompok Penerima Bansos di 2025
Berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos), terdapat delapan kelompok sasaran dalam program PKH tahun 2025.
Hal ini menandai perluasan jangkauan bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), yang kini menjadi acuan resmi dalam penyaluran bansos. Kelompok penerima tersebut antara lain:
- Ibu hamil/nifas: Rp3 juta/tahun
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3 juta/tahun
- Siswa SD/sederajat: Rp900 ribu/tahun
- Siswa SMP: Rp1,5 juta/tahun
- Siswa SMA: Rp2 juta/tahun
- Lansia (60 tahun ke atas): Rp2,4 juta/tahun
- Penyandang disabilitas berat: Rp2,4 juta/tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10,8 juta/tahun
Jenis Bansos yang Disalurkan Selain PKH dan BPNT
Selain penyaluran reguler, pada Juni 2025 pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk empat jenis bansos tambahan, yakni:
- Bantuan Beras 10 Kg: Disalurkan kepada KPM sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional, berlangsung selama Juni–Juli.
- Penebalan BPNT Rp400 Ribu: Diberikan selama dua bulan (Juni–Juli) untuk menjaga daya beli KPM. Penerima mencakup KPM PKH dan BPNT aktif.
- Bantuan ATENSI Anak Yatim Piatu (API): Anak-anak yatim piatu mendapatkan bantuan rutin guna memenuhi kebutuhan dasar, disalurkan melalui pos atau transfer bank.
- Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tinggal (RST): Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga miskin dengan kondisi rumah tidak layak huni. Bantuan senilai hingga Rp20 juta berupa uang tunai atau material.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa penyaluran bansos tahap dua dipastikan rampung pada akhir Juni 2025.
Dana telah disiapkan, dan pihak Kemensos bersama mitra penyalur kini tengah mempercepat proses distribusi.
Dengan diperluasnya kategori penerima bansos dan terus diupayakannya penyaluran yang adil serta transparan, program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.***