AYOJAKARTA.COM - Royke Tumilaar adalah sosok yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI).
Menjabat sebagai Dirut Bank BNI, kekayaan yang dimiliki oleh Royke Tumilaar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama berkarir di industri perbankan mengalami kenaikan yang signifikan.
Dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id pada Rabui (21/8/2024), pada tahun 2009 Royke menjabat sebagai Senior Vice President di Bank Diri dengan harta kekayaan yang dilaporkan sebanyak Rp 2.9 miliar.
Pada tahun 2013, Royke masih bekerja di Bank Mandiri dan menjabat sebagai Managing Director Treasury, Financial Institution and Asset Management.
Baca Juga: UGM Kalah dari UT! Ini 10 PTN yang Lulusannya Paling Banyak Lolos CPNS, Terbanyak 9.436 Pelamar
Harta kekayaan yang dilaporkan meningkat sebanyak Rp 798 juta sehingga totalnya menjadi Rp 3.7 miliar.
LHKPN kembali dilaporkan pada tahun 2017 ketika ia menjabat sebagai Direktur Corporate Banking di Bank Mandiri dengan kekayaan senilai Rp 53.2 miliar.
Tentu ini merupakan peningkatan yang sangat drastis karena melonjak sebesar Rp 49,5 miliar dalam kurun waktu 4 tahun.
Dalam setahun, kekayaan Royke kembali naik menjadi Rp 78,7 miliar, artinya melonjak sebanyak Rp 25,5 miliar.
Kemungkinan peningkatan tersebut berasal dari pendapatannya selama bekerja di Bank Mandiri.
Setahun kemudian, Royke diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri dan harta kekayaannya mengalami kenaikan Rp 9,4 miliar, sehingga total kekayaannya di tahun 2019 menjadi Rp 88,1 miliar.
Pada 2020, Royke diangkat menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) dan dalam setahun harta kekayaannya melonjak drastis hingga menembus angka Rp 115,6 miliar.
Peningkatan sebanyak Rp 27,5 miliar dalam setahun kemungkinan berasal dari pendapatan selama bekerja dan investasi.
Kemudian, di tahun 2021 ia masih menjabat sebagai Dirut Bank BNI dan melaporkan harta kekayaan senilai Rp 123,7 miliar.
Ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar Rp 8,1 miliar meskipun Royke sudah berpindah ke tempat lain.
Tahun 2022, Royke juga masih menjabat sebagai Dirut BNI dan harta kekayaan naik sebesar Rp 8,1 miliar.
Sehingga total harta kekayaan yang terakhir dilaporkan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 131,8 miliar.
Jika melihat perjalanan karir Royke di dunia perbankan mulai dari Bank Mandiri hingga berpindah ke Bank BNI, dapat diketahui adanya kenaikan harta kekayaan yang signifikan.
Baca Juga: 4 Wilayah Terpantau Sudah Tahap Burekol, Bansos PKH dan BPNT Juli-September 2024 Segera Cair
Mulai dari tahun 2009 hingga 2022, kekayaan yang dimiliki Royke bertambah sebesar Rp 128,8 miliar.
Namun, jika dilihat dalam waktu 2017 menuju 2020 harta kekayaan Dirut BNI itu melonjak drastis.
Hanya membutuhkan waktu 4 tahun kekayaannya melonjak sebesar Rp 62,4 miliar.
LHKPN Royke Tumilaar Tahun 2022
LHKPN terakhir yang dilaporkan oleh Royke adalah tahun 2022 dengan total kekayaan Rp 131,8 miliar yang terdiri dari tanah dan bangunan, transportasi dan mesin, harta bergerak, surat berharga, hingga hutang.
1. Tanah dan Bangunan
- Tanah dan bangunan seluas 410 m2/298 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 6 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 409 m2/208 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 30,5 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 455 m2/350 m2 di Kota Badung, hasil sendiri Rp 9,5 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 383 m2/351 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 15 miliar.
- Tanah seluas 145 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 6,5 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 497 m2/352 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 26 miliar.
- Tanah dan bangunan seluas 656 m2/486 m2 di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 11 miliar.
- Tanah seluas 46,7 m2 di Kota Karawang Barat, hasil sendiri Rp 610 juta.
- Tanah dan bangunan seluas 1795 m2/388 m2 di Kota Denpasar, hasil sendiri Rp 6,5 miliar.
Baca Juga: Good Bye Anies Baswedan, PKB Resmi Bergabung Koalisi KIM Plus, Begini Pendapat Rocky Gerung!
2. Alat Transportasi dan mesin
- Mobil Fortuner Jeep S.C HDTP tahun 2014, hasil sendiri Rp 245 miliar.
- Mobil Mazda CX5 Micro/Minibus tahun 2019, hasil sendiri Rp 500 juta.
- Mobil Vellfire Micro/Minibus tahun 2019, hasil sendiri Rp 975 juta.
- Sepeda Brompton tahun 2019, hasil sendiri Rp 37,5 juta.
- Sepeda Moots tahun 2019, hasil sendiri Rp 44,5 juta.
- Mobil Defender 90 SE 2.0 Jeep tahun 2021, hasil sendiri Rp 2,4 miliar.
- Mobil Land Rover Discovery tahun 2011, hasil sendiri Rp 1,3 miliar.
- Mobil Mercedes Benz G63AT tahun 2022, hasil sendiri Rp 7,2 miliar.
- Mobil Mercedes Benz GLA200 tahun 2022, hasil sendiri Rp 970 juta.
- Mobil Jeep Cherokee tahun 1997, hasil sendiri Rp 260 juta.
3. Harta Bergerak Lainnya: Rp 4,2 miliar.
4. Surat Berharga: Rp 19,6 miliar.
5. Kas dan Setara Kas: Rp 12,1 miliar.
6. Harta Lainnya: Rp 0
7. Hutang: Rp 29,7 miliar.
8. Total Harta Kekayaan: Rp 131,8 miliar.***