Ekonomi

KPM BPNT murni dan PKH Sumringah! Update SIKS-NG Bansos Juli-Agustus Rp400 ribu Via KKS: Ini Bank yang Cair Dulu

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Rabu 24 Jul 2024, 14:41 WIB
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) merupakan salah satu bantuan sosial reguler Kemensos sebagai bansos perlindungan dan jaminan sosial.

AYOJAKARTA.COM - Memasuki akhir bulan Juli 2024, Kemensos semakin bergerak cepat untuk memproses tahapan pencairan bansos BPNT periode salur Juli-Agustus.

KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH segera menerima pencairan bansos reguler Kemensos ini melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI.

Diprediksi awal bulan Agustus, bansos BPNT periode salur Juli-Agustus akan dicairkan kepada keluarga penerima manfaat.

Sebagai informasi, Bansos BPNT merupakan salah satu bansos reguler yang dikelola oleh Kemensos RI dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sasaran penerima bansos BPNT adalah KPM yang termasuk dalam keluarga prasejahtera atau rentan miskin hongga prioritas miskin ekstrem.

Setiap periode, bansos BPNT yang dicairkan senilai Rp200 ribu per bulannya ini akan disalurkan kepada 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH.

KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH yang namanya sudah tercantum di data bayar atau SP2D berhak menerima penyaluran bansos reguler ini.

BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) merupakan salah satu bantuan sosial reguler Kemensos sebagai bansos perlindungan dan jaminan sosial.

Baca Juga: Lulus Menyandang Gelar Sarjana Langsung Dicari oleh Warga Dunia, Ini 5 Jurusan Kuliah yang Dijuluki Anti Nganggur

Lalu bagaimana progres tahapan pencairan bansos BPNT periode salur Juli-Agustus melalui SIKS-NG?

Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube Diary Bansos, hari Rabu (24/7/24), terpantau sudah ada progres pencairan di SIKS-NG.

Dari hasil pantaian pada hari ini, Rabu (24/7/24), bansos BPNT periode salur Juli-Agustus sudah menunjukkan keterangan "Berhasil Cek Rekening".

Baca Juga: Bukan PKH atau BPNT! Ternyata BLT Ini yang Cair Duluan untuk Alokasi Juli-September 2024 di 2 Wilayah Ini

Sehingga dapat dipastikan dalam waktu dekat tepatnya di awal bulan Agustus, KPM akan menerima saldo pencairan bansos BPNT bukan Rp200 ribu melainkan Rp400 ribu secara bertahap.

Setelah berhasil cek rekening, nantinya bansos BPNT akan terupdate status keterangan "Sudah SPM" berarti Kemensos telah menerbitkan SPM (Surat Perintah Membayar) yang ditujukan kepada KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara).

Setelah Kemensos menerbitkan SPM, maka SIKS-NG akan kembali mengupdate dan muncul keterangan "Sudah SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)"

Bagi penerima bansos BPNT, namanya akan tercantum di data bayar atau SP2D pencairan bantuan yang diterbitkan oleh Pusdatin Kemensos.

Setelah tahapan SP2D, SIKS-NG akan terupdate kembali dengan status "Sudah SI".

Jika muncul keterangan SI (Standing Instruction) berarti Kemensos telah menerbitkan surat perintah pemindah bukuan dari rekening Kemensos masuk ke rekening perbankan sebagai agen penyalur bantuan.

Dipastikan tidak membutuhkan waktu lama setelah muncul keterangan sudah SI di SIKS-NG, maka pihak perbankan akan segera memproses pencairan dana BPNT periode Juli-Agustus atau top up dana masuk ke KKS ATM Merah Putih Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri) atau BSI masing-masing KPM.

Untuk KKS apa yang akan cair dulu, belum dapat dipastikan karena akan bertahap terupdate di SIKS-NG.

Untuk periode sebelumnya, KPM di wilayah Provinsi Aceh menerima pencairan bansos BPNT melalui BSI terlebih dahulu dibandingkan dengan KPM yang cair melalui KKS bank Himbara (BNI, BRI, dan Mandiri).

Baca Juga: Mau Tambahan Uang untuk Biaya Hidup Kuliah? Ini 6 Ide Usaha Cocok untuk Anak Kos, Tak Butuh Modal Besar dan Dijamin Cuan!

Bagi KPM BPNT murni yang masih belum mengetahui apakah masuk sebagai daftar penerima BPNT periode Mei-Juni atau tidak maka bisa bertanya kepada pendamping sosial sehingga dapat dicek melalui SIKS-NG.

Adanya Keterangan periode salur dan update status di SIKS-NG bisa menunjukkan bahwa KPM masih dinyatakan layak sebagai penerima bantuan atau tidak.

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Aris Abdulsalam