AYOJAKARTA.COM - Simak informasi pembaruan status serta pencairan bansos PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2025.
Status BPNT kini telah berupa menjadi SP2D atau surat perintah pencairan dana. Sementara itu, status PKH telah menjadi SPM atau surat perintah membayar.
Kementerian Sosial (Kemensos) sebelumnya telah mengumumkan bahwa bansos PKH dan BPNT disalurkan bertahap mulai 28 Mei 2025.
Baca Juga: Menjelang Idul Adha 2025, Ini Jadwal dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Para KPM PKH dan BPNT disarankan untuk melakukan cek saldo menggunakan m-banking agar tidak sering pergi ke ATM atau agen.
Pada aplikasi SIKS-NG pendamping sosial, status menunjukkan masih dalam tahap evaluasi komponen. Status pada web cekbansos kemungkinan besar juga belum berubah, yakni masih penyaluran periode Januari-Maret 2025.
Sementara itu, status SIKS-NG supervisor menunjukkan status belum SI. Status ini sama dengan status sudah SP2D.
Namun, meski di status SIKS-NG belum menunjukkan tanda-tanda bantuan sudah cair, ada beberapa bank yang sudah menunjukkan pencairan.
Pada 2 Juni 2025 kemarin, terpantai ada pencairan Rp1.300.000 di LinkAja. Ada juga pencairan Rp600.000 di Bank BNI. Saldo yang masuk ini kemungkinan adalah PKH untuk komponen lansia/disabilitas atau BPNT.
Bank Syariah juga terpantau ada pencairan Rp725.000 untuk bansos PKH. Kabar bahagia lainnya adalah ada potensi bantuan tambahan bagi KPM PKH dan BPNT sebesar Rp300.000.
Bantuan tambahan ini adalah dari bantuan subsidi upah (BSU) yang diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta.
Selain itu, juga ada potensi bantuan tambahan berupa beras 10 kg dan diskon listrik 50 persen. Demikian adalah informasi penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 2 dan status SIKS-NG.***