AYOJAKARTA.COM -- Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah merilis bahwa negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp18 Triliun merujuk laporan keuangan 2021, 2022 dan 2023 dari Perusahaan Listrik Negara dan entitas anak.
Iskandar menyampaikan semua kebocoran-kebocoran uang negara semua berdasarkan data dari tim independent yang siap dipertanggungjawabkan.
"Artinya ini bukan opini sambungnya. Kita siap presentasikan kebocoran-kebocoran itu, negara jelas sudah dirugikan sebesar Rp18 Triliun, dilaporan keuangan 2021, 2022 dan 2023," kata Iskandar di Jakarta, Minggu 4 Mei 2025.
Adapun dugaan nilai kerugiannya adalah Rp 18.113.280 juta. Dengan rincian, tahun 2021 adalah sebesar Rp12.261.498.000.000; tahun 2022 sebanyai Rp3.657.104.000.000 dan tahun 2023 senilai Ro2.194.678.000.000.
"ETOS meminta pak Presiden Prabowo untuk perintahkan Jaksa Agung atau Ketua KPK segera panggil, periksa dan tersangkakan Dirut dan Direktur Keuangan PLN atas tindakan manipulasi laporan keuangan yang berpotensi rugikan negara 18 Triliun," paparnya
Menurut Iskandar, laporan ini juga telah disampaikan kepada komisi VI DPR sebagai mitra BUMN. Serta Komisi III DPR RI sebagai mitra kerja dari Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Lulusan Hukum Tata Negara Buka Peluang di PNS hingga NGO, Segini Gaji Awalnya
"Hal ini guna memberi tekanan kepada lembaga-lembaga terkait untuk segera menangani kasus ini dengan cepat," tegas dia.