Ekonomi

Menebar Inspirasi lewat Kerajinan Bros dan Kemudahan Belanja Bahan dengan QRIS BRImo

Oleh: Admin Kamis 24 Apr 2025, 17:04 WIB
Feni Parhaeni (tengah kerudung merah muda) yang merupakan warga Desa Jati Sari itu telah lebih dari satu dekade menggeluti usaha pembuatan bros di bawah nama B-Craft.

AYOJAKARTA.COM -- Di kawasan Jati Asih, Kota Bekasi, terdapat kisah inspiratif dari seorang perempuan pelaku UMKM yang secara konsisten menekuni dunia kerajinan tangan. Dia adalah Feni Parhaeni.

Feni yang merupakan warga Desa Jati Sari itu telah lebih dari tujuh tahunan menggeluti usaha pembuatan bros di bawah nama B-Craft.

Lahir pada tahun 1980, Feni bukan sekadar perajin, tetapi juga sosok yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan di sekitarnya. 

Melalui keterampilan yang dimilikinya, ia kerap membuka pelatihan pembuatan bros bagi ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya. 

Pelatihan ini bukan hanya untuk membagikan keahlian, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan lokal.

Dalam mengelola usahanya, Feni menunjukkan adaptasi yang kuat terhadap perkembangan teknologi digital, terutama dalam hal transaksi keuangan. 

Ia mengandalkan aplikasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memenuhi kebutuhan pembelian bahan baku serta keperluan transaksi lainnya.

“Saya sering pakai BRImo, apalagi fitur QRIS-nya. Tinggal scan, tidak perlu repot membawa uang tunai,” ujarnya. 

Menurut Feni, penggunaan BRImo membuat proses transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan efisien. Terutama saat membeli bahan-bahan seperti manik-manik, peniti, kain flanel, batu hias, dari berbagai toko yang telah menerima pembayaran digital.

Baca Juga: Cara Daftar Menjadi Agen BRILink: Catat Syarat, Proses, dan Keuntungannya untuk Kamu

Pemberdayaan Perempuan lewat Kerajinan

Kegiatan pelatihan yang digagas Feni bukan hanya menjadi ladang ilmu, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi bagi banyak ibu rumah tangga. 

Mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan kini mulai mencoba memasarkan produk hasil pelatihan secara mandiri atau bermitra dengan Feni dalam produksi B-Craft.

“Tidak semua orang punya kesempatan kerja di luar rumah, jadi saya ingin kerajinan ini bisa jadi alternatif penghasilan dari rumah,” kata Feni. 

Sikap inklusif dan empatinya terhadap perempuan di lingkungannya menjadikan usaha B-Craft lebih dari sekadar bisnis, melainkan gerakan sosial yang membawa dampak nyata.

Kisah Feni Parhaeni mencerminkan semangat UMKM Indonesia yang tak hanya bertahan, tetapi juga berkembang berkat pemanfaatan teknologi digital. 

BRImo sebagai bagian dari ekosistem digital BRI telah memfasilitasi pelaku usaha seperti Feni untuk mengelola keuangan dengan lebih terencana dan terhubung dengan layanan keuangan formal.

Ke depan, Feni berharap semakin banyak pelaku UMKM, terutama perempuan, yang berani memulai usaha dari rumah dengan memanfaatkan teknologi. 

Ditunjang dengan tekad, kreativitas, dan dukungan ekosistem digital yang tepat, ia berharap UMKM bisa terus tumbuh menjadi pilar ekonomi keluarga dan masyarakat. (*)

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam