Ekonomi

Serentak! Bansos 2024 BLT BPNT, PKH, dan Mitigasi Cair Bersamaan Sebelum Pemilu, Ini Wilayah yang Sudah Pencairan

Oleh: Iit Lita Apriani Rabu 07 Feb 2024, 20:43 WIB
Serentak! Bansos 2024 BLT BPNT, PKH, dan Mitigasi Cair Bersamaan Sebelum Pemilu, Ini Wilayah yang Sudah Pencairan

AYOJAKARTA.COM -- Berikut informasi terkini terkait pencairan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran Bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2024 telah dimulai. Saat ini, sekitar 8% dari total KPM di Indonesia telah menerima bantuan tersebut.

Namun, pencairan masih dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penerima manfaat.

Baca Juga: CEK! Daftar Bansos Ini Akan Cair Sebelum Pemilu, Mulai dari BLT Mitigasi Pangan dan Lainnya

Pada tanggal 7 Februari 2024, pencairan Bansos PKH dan BPNT tahap 1 telah dilakukan melalui transfer lewat kantor pos. Proses ini melibatkan sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain:

  • Jawa Barat: Kabupaten Purwakarta
  • Jawa Timur: Wilayah Banyuwangi
  • Sumatera Selatan (Sumsel): Kabupaten Muba
  • Lampung: Kota Bandar Lampung

Penyaluran bansos ini telah mencapai 80% di beberapa wilayah, menunjukkan progres yang signifikan dalam mendukung keluarga kurang mampu.

Informasi ini menjadi kabar gembira bagi sahabat KPM yang telah menunggu.

Detail pencairan yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut.
BPNT: Pencairan BPNT lewat kartu KKS dilakukan dengan periode 1 bulan Januari 2024, dengan nominal Rp200.000.

Baca Juga: TERJAWAB! Bansos BPNT Tahap 1 Tahun 2024 yang Lewat PT Pos Indonesia Bakal Cair 1 atau 3 Bulan Sekaligus? Ini Jawabannya

PKH: Pencairan PKH lewat kartu KKS dilakukan dengan periode 2 bulan Januari dan Februari 2024, sesuai dengan kategori masing-masing.

Kehadiran bansos reguler sebelum pelaksanaan pemilihan umum adalah langkah yang sangat diapresiasi.

Hal ini tidak hanya memberikan bantuan finansial kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, tetapi juga memastikan stabilitas sosial dan ekonomi di tengah situasi politik yang berjalan.

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil