AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah akan memberikan dua bantuan sosial (bansos) yakni BLT Mitigasi Risiko Pangan sebagai pengganti BLT El Nino dan Beras 10 kg di bulan Februari ini dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp11,25 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa BLT Mitigasi Risiko Pangan, pengganti BLT El Nino dan bansos beras 10 kg ini akan diberikan kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan besaran bantuan Rp600.000 per KPM selama 3 bulan, yaitu Januari, Februari, dan Maret 2024.
"Dana yang disiapkan mencapai Rp11,25 triliun, berbeda dengan anggaran tahun sebelumnya," kata Sri Mulyani dalam video di kanal YouTube Pendamping Sosial, Selasa 6 Februari 2024.
Anggaran BLT Mitigasi Risiko Pangan ini lebih tinggi dibandingkan dengan BLT El Nino yang diberikan pada akhir tahun 2023, yaitu sebesar Rp7,52 triliun.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa BLT ini berbeda dengan bantuan sosial beras 10 kg yang akan disalurkan kepada 22 juta KPM mulai Januari hingga Juni 2024.
"BLT mitigasi risiko pangan ini hanya akan disalurkan hingga bulan Maret, dan akan dievaluasi apakah akan diperpanjang atau tidak," jelas Airlangga.
Meskipun diumumkan pada akhir Januari, pemerintah memastikan bahwa BLT Mitigasi Risiko Pangan akan disalurkan pada bulan Februari. Dari sebelumnya yang dijadwalkan pada Maret.
Pada bulan Februari, akan ada dua jenis bansos yang cair, yaitu:
- BLT Mitigasi Risiko Pangan: Rp600.000 per KPM untuk 18,8 juta KPM
- Bantuan Sosial Pangan Beras: 10 kg per KPM selama 6 bulan mendatang untuk 22 juta KPM
"Proses penyaluran BLT mirip dengan BLT El Nino pada akhir tahun 2023, melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan sebagian melalui tunai melalui PT Pos Indonesia," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu.
Sementara itu, jadwal penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kemungkinan besar akan dilaksanakan mulai Maret hingga April.