AYOJAKARTA.COM -- Program bantuan sosial (bansos) seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT El Nino, hingga PKH yang disalurkan oleh pemerintah kepada masyarakat kurang mampu telah berjalan sejak lama.
Tahun 2024 pemerintah akan terus melanjutkan program bansos tersebut, dengan skema penyaluran hanya hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Namun, baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan akan memberikan program bantuan baru sebagai pengganti bansos BLT El Nino.
Bantuan baru tersebut yaitu BLT Mitigasi Risiko Pangan. Bantuan ini merupakan bansos yang diberikan oleh pemerintah karena adanya lonjakan inflasi terkait pergeseran musim panen.
Dikutip dari Youtube DIARY BANSOS, ada tujuh poin penting yang harus diperhatikan mengenai bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan, yaitu:
1. BLT Mitigasi Risiko Pangan sebagai pengganti bansos BLT El Nino yang telah disalurkan pada tahun 2023.
2. Sasaran untuk penerima bansos ini terdapat 18,8 juta KPM yang terdaftar dalam DTKS Kementerian Sosial (Kemensos).
3. Pengalokasian bansos ini dilakukan untuk tiga bulan yakni Januari, Februari, dan Maret. Besaran yang disalurkan sebesar Rp200.000 untuk satu bulan.
4. Mekanisme penyaluran bansos ini sama seperti PKH dan BPNT yakni melalui kartu KKS dan Pos Indonesia.
5. Penyaluran bansos tersebut akan dilakukan secara dirapel atau satu kali penyaluran dengan jumlah sebesar Rp600.000.
6. Pemerintah telah menyediakan anggaran untuk bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp11,25 Triliun, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
7. Bantuan ini akan mulai disalurkan oleh pemerintah pada awal Februari 2024.
Namun, perlu dipahami BLT Mitigasi Risiko Pangan ini akan berbeda dengan bansos beras 10kg yang dibagikan kepada 22 juta KPM yang berbeda.***