Ekonomi

Alhamdulillah! SP2D Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2024 Sudah Turun, Simak Jadwalnya di Sini

Oleh: Linda Wati Rabu 31 Jan 2024, 10:45 WIB
Ilustrasi bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 2024.

AYOJAKARTA.COM — Kabar baik bagi masyarakat yang sudah menunggu kabar soal bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 2024.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Heru Agustian, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 1 2024 sudah turun.

Setelah dilakukan pengecekan pada SIKS-NG ternyata sudah ada status terbaru yakni sudah terbit SP2D yang artinya bansos PKH dan BPNT tahap 1 akan segera disalurkan.

Soal status pencairan bansos PKH BPNT melalui kantor POS Indonesia. Untuk PKH sudah muncul dan periode yang sebelumnya hilang Januari-Maret sudah muncul. Baik nama penerima lalu pada keterangan SP2D tertulis sudah SPM.

Baca Juga: Kabar Terbaru! Bansos Pengganti BLT El Nino Akan Segera Cair, KPM Terima Rp200.000 Setiap Bulan

Lanjut untuk BPNT melalui kantor POS Indonesia juga sudah muncul statusnya tetapi yang baru muncul hanya BPNT Januari 2024.

Sementara itu untuk keterangan SP2D-nya juga sudah berstatus SPM.

Jadi kemungkinan untuk BPNT dicairkan hanya satu bulan saja yakni Januari.

Selanjutnya untuk yang melalui kartu KKS Bank Himbara, untuk bantuan BPNT juga sudah muncul periodenya yakni Januari dan sudah SPM.

Baca Juga: Jokowi Bagikan Sendiri Bansos Tanpa Didampingi Mensos Risma, Benarkah Ada Politisasi? Ini Kata Istana!

Kemudian untuk bantuan PKH lewat kartu KKS Bank Himbara saat ini belum ada status terbaru jadi disarankan untuk mengeceknya secara berkala.

Lalu kapan bantuan PKH dan BPNT tahap I 2024 dicairkan?

Jika melihat progres mulai dari SP2D turun sampai dengan pencairan itu biasanya 2-7 hari.

Jadi kisaran satu minggu seharusnya sudah ada KPM yang mulai dicairkan jika cairnya lewat kartu KKS Bank Himbara.

Baca Juga: 3 Bansos yang Sudah Dicairkan hingga Hari Ini, KPM Wajib Cek!

Tetapi bila cair melalui kantor POS Indonesia maka tentu saja masih ada regulasi proses yang harus dilakukan seperti percetakan surat undangan, verifikasi ulang barcode yang telah diterbitkan dan sebagainya.***

Reporter Linda Wati
Editor Tedi Rukmana