Ekonomi

UMKM Binaan BRI Beberkan Tantangan Produk Berbahan Kulit, Mencari Warna yang Diinginkan Bukan Hal Mudah

Oleh: Admin Rabu 26 Mar 2025, 19:17 WIB
Produk sepatu Blankenheim, salah satu UMKM binaan BRI di Kota Bandung.

AYOJAKARTA.COM -- Setiap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) punya tantangannya masing-masing dalam memenuhi keinginan konsumen.

Apalagi jika UMKM memproduksi barang-barang yang berwarna. Ada kala pesanan konsumen terhadap warna tertentu jadi kesulitan tersendiri.

Kesulitan itu pun dirasakan oleh Blankenheim, UMKM Binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) asal Bandung yang fokus memproduksi barang-barang berbahan kulit.

Mulai dari sepatu, tas, dan beragam aksesorisnya memiliki corak warna yang khas; dan ternyata proses pencarian bahannya tidaklah mudah.

"Tantangan terbesar adalah memang materialnya. Karena untuk mendapatkan satu kulit dengan warna tertentu yang sama persis sesuai keinginan itu susah," ungkap Beny Ramdani Sofara, founder sekaligus owner Blankenheim.

Beny mencontohkan, perbedaan warna kulit pada hewan (sapi atau domba) itu tak jauh berbeda dengan manusia. Tak ada yang warna kulitnya sama persis.

Baca Juga: Belanja Kebutuhan Lebaran Lebih Sat-Set Tanpa Khawatir Kecopetan, Ibu Muda Pilih QRIS BRImo di Berbagai Transaksi

Alhasil, sebab perbedaan unik itu, produsen harus pintar-pintar mencari tone warna yang hampir mirip antara setiap bahan kulit hewan.

"Terus jadi kendalanya kita adalah sering kali pelanggan itu komplain, kok warna cokelatnya begini (tidak sesuai pesanan). Walaupun melalui proses tannery atau penyamakan, cuma itu dia karena karakter warna kulit berbeda-beda, jadi ketika kita bikin hitam di produk saat ini tapi di produk yang lainnya mungkin agak sekian persen beda warna hitamnya," lanjut Beny.

Terkhusus ketika Covid-19 melanda Indonesia, kesulitan memproduksi barang berbahan kulit sangat terasa sekali.

Baca Juga: Mari Mengintip 6 Keuntungan Ikut Desa BRIlian 2025, Biar Makin Paham!

Beny menyebut selama periode 2019-2023, bahan-bahan kulit hewan lebih sulit didapatkan ketimbang saat ini. Terutama untuk memesan warna tertentu.

Meski dengan semua tantangan tersebut, Beny menekankan Blankenheim akan selalu memprioritaskan bahan kulit lokal dari Indonesia.

Kebutuhan mencari warna kulit yang diinginkan memang membuat Beny harus lebih sering mencari informasi ke banyak kota sampai mancanegara.

"Kita selalu usahakan 100 persen berbahan kulit lokal. Kalaupun pakai bahan kulit luar negeri paling cuma sedikit. Misal ini sepatu ada corak kulit oranye, bahannya dari Italia. Kebetulan di Indonesia belum punya bahan kulit warna orange," pungkas pemilik UMKM Blankenheim itu.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam