Ekonomi

Sering Gonta-ganti BBM Pertalite ke Pertamax? Hal Ini Akan Terjadi pada Kendaraan Anda!

Oleh: Sidiqqi Al Isyan Senin 04 Des 2023, 14:34 WIB
Illustrasi. Sering Gonta-ganti BBM Pertalite ke Pertamax? Hal Ini Akan Terjadi pada Kendaraan Anda!

AYOJAKARTA.COM – Diketahui bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) memiliki beberapa macam jenisnya, tergantung pada kualitas dan mesin yang digunakan.

Dengan kualitas pada BBM tersebut, tentu dari segi harga juga berbeda, sehingga banyak masyarakat yang terkadang memilih menggunakan BBM yang murah seperti Pertalite, dan sesekali menggunakan Pertamax.

Namun, apakah melakukan gonta-ganti BBM Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya dapat membuat kendaraan dalam kondisi baik.

Baca Juga: BIG Match! Link Nonton Live Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar pada Liga 1 Hari Ini di Indosiar, Kick Off 19.00 WIB

Diketahui bahwa memang BBM Pertamax memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Pertalite.

Dimana BBM Pertamax memiliki oktan diatas 92, sedangkan Pertalite hanya memiliki nilai oktan 90, sehingga banyak kendaraan baik mobil maupun motor yang menyarankan menggunakan bahan bakar yang memiliki oktan diatas 92.

Sehingga dengan demikian, BBM Pertamax lebih disarankan penggunaannya dibandingkan dengan Pertalite.

Dengan demikian, sering gonta-ganti BBM dari Pertalite ke Pertamax atau sebaliknya maka akan berdampak pada performa mesin karena perbedaan nilai oktan.

Akibatnya, bagi mesin yang terlalu sering menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah dapat mengalami knocking yang membuat tarikan mesin kurang responsif.

Knocking atau ngelitik tersebut terjadi ketika penggunaan bahan bakar oktan rendah yang terlalu sering, sehingga dapat membuat mesin terasa kurang bertenaga dan responsif.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Membayangkan Bentuk Jiwa Manusia Setelah Kematian! Bisa Cerminkan Diri Seseorang

Disarankan untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrik agar performa mesin tetap optimal.

Apabila pengguna selalu menggunakan bahan bakar yang direkomendasi oleh pabrik, maka tidak hanya menjaga performa mesin, namun juga meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Apabila menggunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai, maka dapat menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, dan konsumsi bahan bakar lebih irit.

Di samping itu, bukan berarti harus selalu menggunakan BBM dengan nilai oktan tinggi, gonta-ganti bahan bakar dapat diterima sesekali apabila terjadi kekosongan BBM, seperti contoh kehabisan BBM di tengah jalan.

Namun kalau bisa, hal tersebut dihindari agar tidak menimbulkan masalah nantinya, dan performa mesin tetap stabil.

Hindari penggunaan BBM yang berbeda-beda yang menyebabkan masalah pada performa mesin kemudian kesulitan dalam menyalakan mesin, dan bisa membuat mesin rusak.***

Reporter Sidiqqi Al Isyan
Editor Jinan Vania Barizky