Ekonomi

Terungkap! Sri Mulyani Sebut 2 Faktor Ini Jadi Alasan IHSG Anjlok 6 Persen, Apa Saja?

Oleh: Deba Lauda Kamis 20 Mar 2025, 14:17 WIB
IHSG Anjlok

AYOJAKARTA.COM - Ramai kabar mengenai indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang sedang terjun bebas hingga anjlok di point tertentu.

Informasi terbarunya IHSG hingga saat ini masih mengalami penurunan sebesar 6 persen pada perdagangan sesi. 

Penurunan tajam ini bahkan hingga memicu trading halt yakni penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Mood Booster Banget Angkanya! Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Menawarkan Gaji dan Tunjangan Besar untuk Lulusannya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya buka suara mengenai anjloknya IHSG tersebut.

Menurut Sri Mulyani ada dua faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan tajam IHSG yaitu sentimen dari dalam negeri dan juga faktor global.

Beberapa pernyataan yang berkembang di pasar menunjukkan lunturnya kepercayaan publik terhadap kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meski begitu Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga BUMN agar tetap sehat dan transparan.

Hingga kini Investor mulai mempertanyakan kesehatan keuangan perusahaan swasta terutama yang terkait dengan BUMN yang memiliki eksposur tinggi terhadap utang dan suku bunga global.

Selain faktor domestik kemudian kondisi ekonomi global juga memberikan tekanan besar terhadap pasar saham Indonesia.

Volatilitas di pasar saham internasional berdampak langsung pada IHSG sehingga Indeks saham utama dunia mengalami tekanan.

Baca Juga: Guru Wajib Perhatikan Kode Penting di Info GTK Ini! Awas Pencairan TPG Bulan Ini Bisa Tertunda hingga April 2025

Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menyebabkan aliran modal keluar dari negara berkembang seperti Indonesia.

Pemerintah dan otoritas keuangan tidak tinggal diam menghadapi situasi ini dan akan mengambil langkah strategis.

Pemerintah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan menjaga stabilitas rupiah dan memastikan kebijakan fiskal mendukung pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

Selanjutnya otoritas bursa akan terus memantau pergerakan pasar saham serta meningkatkan transparansi informasi agar investor tidak mudah panik terhadap isu-isu yang beredar. ***

Reporter Deba Lauda
Editor Jinan Vania Barizky