Ekonomi

Pelaku UMKM Sambut Positif Komitmen BRI dalam Penyaluran KUR 2025: Angin Segar untuk Ekosistem Wirausaha

Oleh: Admin Senin 17 Mar 2025, 20:35 WIB
Beny Ramdani Sofara, pendiri sekaligus pemilik merek produk kulit Blankenheim, menyebut KUR BRI telah membantu usahanya berkembang pesat.

AYOJAKARTA.COM -- Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan dukungan terhadap langkah nyata Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025.

Salah satunya adalah Beny Ramdani Sofara, pendiri sekaligus pemilik merek produk kulit Blankenheim, yang menyebut program KUR BRI telah membantu usaha miliknya berkembang pesat.

BRI terus memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Di awal tahun 2025, BRI sukses menyalurkan KUR 2025 sebesar Rp27,72 triliun, atau setara 15,84% dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp175 triliun.

Dana tersebut telah menyentuh lebih dari 649 ribu debitur dari berbagai sektor usaha di seluruh Indonesia.

Menariknya, sekitar 55,88% dari total penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini menunjukkan fokus BRI dalam membangun perekonomian berbasis sektor strategis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Menengok Cara BRI Lahirkan Wonderkid Sepak Bola Indonesia lewat Liga Kompas Gramedia U-14

Beny, yang memproduksi sepatu, tas, dan aksesoris berbahan kulit, mengungkapkan bahwa KUR BRI sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas dan omzet usahanya.

Menurutnya, komitmen BRI dalam KUR 2025 menjadi angin segar bagi pelaku UMKM yang selama ini kerap menghadapi tantangan akses permodalan.

“Kalo dari perspektif pelaku UMKM, komitmen BRI dalam mengucurkan KUR sebesar itu jelas menjadi angin segar buat ekosistem wirausaha. Salah satu tantangan utama UMKM kan akses modal ya, BRI menunjukkan keseriusannya dalam membantu UMKM untuk naik kelas, akses modal makin mudah, bisnis bisa scale up,” ujar Beny saat ditemui di Bandung pada 13 Maret 2025.

Sementara itu Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa penyaluran KUR 2025 tidak hanya berorientasi pada angka semata, tetapi juga pada kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha penerima KUR.

“Kami percaya, semakin luas akses pembiayaan KUR, semakin besar peluang UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional,” kata Supari dalam keterangan tertulis yang diterima pada 9 Maret 2025.

Baca Juga: Bangkit dari Mati Suri Pandemi, Pengusaha Barang Kulit Ini Puji Peran Besar Erick Thohir dan BRI

Untuk mendukung implementasi KUR 2025, BRI mengoptimalkan peran tenaga pemasar mikro sebagai penasihat keuangan yang memahami kondisi lokal. Selain pembiayaan, BRI juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), hingga platform digital LinkUMKM yang mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha.

Sejak 2015 hingga Februari 2025, total penyaluran KUR oleh BRI telah mencapai Rp1.285 triliun kepada lebih dari 43 juta debitur. Capaian ini menegaskan posisi BRI sebagai lembaga keuangan terdepan dalam mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.

“Harapannya, bukan cuma modal yang diberikan, tapi juga pelatihan, mentoring, dan pendampingan agar usaha bisa berjalan berkelanjutan,” tambah Beny.

Dalam pengalamannya, Blankenheim tidak hanya mendapat akses modal dari KUR BRI, tetapi juga pelatihan manajemen, pemasaran, hingga kesempatan mengikuti business matching. Dukungan ini menjadi kunci bagi Blankenheim yang berdiri sejak 2013 untuk terus bertumbuh dan bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam