AYOJAKARTA.COM -- Jalan yang ditempuh Blankenheim tidaklah mudah dalam melewati hantaman Pandemi Covid-19 pada tahun 2019-2023.
Sebagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kota Bandung yang sebelumnya bertempat di Jakarta, Blankenheim mengalami dinamika bisnis. Omzet naik dan turun, serta tak jarang dilanda kesulitan.
Meski begitu, founder sekaligus owner Blankenheim, Beny Ramdani Sofara, bersyukur dapat melewati semua cobaan dalam berbisnis.
Hingga kini Blankenheim sudah berusia 12 tahunan dan masih konsisten memproduksi barang-barang berbahan kulit, mulai dari sepatu, tas, sampai aksesoris.
"Ketika Covid-19 kita turun banget. Hampir semua lini (bisnis) lah ya (juga turun pendapatannya selama pandemi). Penjualan online menurun. Tapi pas Covid-19 mau selesai, (produk) sepatu kita sampai ke Erick Thohir. Beliau posting di Instagram-nya dia, langsung mulai lagi," kenang Beny di tokonya, Jln. Aria Jipang No.3, Citarum, Bandung Wetan, Bandung.
Baca Juga: QRIS TAP BRImo Bukan Sekadar Bayar Jajanan UMKM, Bisa untuk MRT Jakarta hingga TMP Bandung
Beny mengaku posting-an Erick Thohir sangat berdampak besar. Seketika nama Blankenheim lebih dikenal oleh khalayak.
Beragam notifikasi, baik yang mengikuti akun media sosial, yang menanyakan ragam dan harga produk, langsung bermunculan di layar telepon pintarnya.
Selain kepada Erick Thohir, Beny pun tak melupakan jasa Bank Rakyat Indonesia (BRI) terhadap perkembangan bisnisnya.
Ia menilai, keseriusan BRI dalam menguatkan fondasi UMKM di seluruh daerah di Indonesia telah menghidupkan ekosistem yang sehat di lini bisnis kelas menengah ke bawah.
"Kalau kita boleh bandingkan dengan pengampu yang ngasih pembinaan, seperti dari kementrian dan perbankan yang kita dapatkan, yang kita lihat paling gencar itu ya BRI," ungkap Beny kepada ayojakarta.com, 21 Februari 2025.
Baca Juga: Di Balik Nama Blankenheim, UMKM Binaan BRI yang Produk Kulitnya Tembus Eropa hingga Amerika Latin
Pemilik Blankenheim ini pun memuji BRI karena mampu memberikan panggung bagi pelbagai UMKM untuk unjuk gigi dari level lokal, ke nasional, bahkan ke kancah global.
"Yang kita rasakan pembinaan BRI ini dimulai dari bawah, dari pelatihan manajemen dan segala macam, sampai urusan pemasaran," lanjutnya.
Selain pelatihan bisnis, Beny pun mendapatkan bantuan permodalan dari BRI lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Tak disangkal olehnya, KUR sangat vital perannya bagi para pengusaha yang hendak melebarkan sayap bisnisnya. Pun bagi mereka yang ingin meningkatkan omzet.
"Selain itu, kita juga dipertemukan dengan PM Malaysia oleh BRI dalam business matching. Artinya ya BRI sampai ke tahap itu pembinaannya, mencarikan pasar buat kita para pelaku UMKM. Karena kan sebenarnya tantangan kita adalah punya produk, jualnya bagaimana? Nah, BRI itu buka akses entah itu lewat pameran atau business matching," tutup Beny.