Ekonomi

Menembus Pasar Internasional, UMKM Blankenheim Memulai Bisnisnya dari Hobi

Oleh: Admin Kamis 13 Mar 2025, 16:57 WIB
Kepada Ayojakarta.com, Beny Ramdani Sofara menceritakan perjalanannya selama 12 tahun menjaga produksi terbaik dari Blankenheim.

AYOJAKARTA.COM -- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Blankenheim asal Bandung semakin mengukuhkan eksistensinya di pasar internasional.

Produk kulit berkualitas tinggi hasil tangan perajin lokal ini kini telah menembus berbagai negara, termasuk Spanyol, Belanda, Jerman, dan bahkan Chile di Amerika Latin.

Kepada Ayojakarta.com, Beny Ramdani Sofara menceritakan perjalanannya selama 12 tahun menjaga produksi terbaik dari Blankenheim.

Baca Juga: Di Balik Nama Blankenheim, UMKM Binaan BRI yang Produk Kulitnya Tembus Eropa hingga Amerika Latin

Awal Mula Blankenheim

Blankenheim didirikan oleh Beny pada tahun 2013. Awalnya, bisnis ini berfokus pada pembuatan sepatu berbahan kulit.

Kecintaannya terhadap produk kulit semakin berkembang setelah ia menemukan sepatu yang ia sukai saat menyelesaikan studi di Belanda.

Betapa terkejutnya Beny ketika mengetahui bahwa sepatu tersebut ternyata buatan Indonesia, namun dijual dengan harga tinggi di luar negeri.

"Dari situ muncul ketertarikan, bahwa produk seperti ini dari Indonesia ada pasarnya di Belanda dan sudah bisa diterima. Setahun kemudian saya meneliti segala macam hal yang diperlukan; dan lahirlah Blankenheim," ungkapnya.

Baca Juga: Kapan Lagi Buka Bareng? BRI Festival 2025 Hadir dengan Kuliner Lezat & Hiburan Seru!

Menyoal nama merek, Beny menjelaskan ini diambil dari nama jalan tempat ia tinggal selama di Belanda, yang juga merupakan nama sebuah kota kecil di Jerman.

“Blankenheim ini layaknya oleh-oleh yang saya bawa ke tanah air. Nama jalan dan tempat saya tinggal selama studi setahun di Belanda,” Beny abadikan dalam produk kreatif.

Pemilihan nama ini memberikan keuntungan tersendiri karena mudah diucapkan oleh pelanggan internasional, terutama di pasar Eropa.

 

Ekspansi Pasar Blankenheim

Seiring berjalannya waktu, Blankenheim tidak hanya memproduksi sepatu, tetapi juga merambah ke pembuatan tas, dompet, dan berbagai aksesoris kulit seperti tempat kartu nama.

Salah satu produk yang paling diminati di luar negeri adalah seri Ark of the Solstice, terutama untuk dompet dan aksesoris kecil lainnya.

Kesuksesan ekspor Blankenheim tidak terlepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang membina UMKM ini dalam mengembangkan produk dan menjangkau pasar lebih luas.

Berkat kualitas handmade yang tetap dipertahankan, Blankenheim mampu memproduksi sekitar 250 hingga 500 produk per bulan. Jika ada permintaan dalam jumlah besar, Beny bekerja sama dengan komunitas perajin lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Kami masih menjaga produksi handmade. Demi mempertahankan kualitas dalam kuantitas produksi sekitar 250-500 pieces per bulan," papar Beny.

Salah satu pencapaian ekspor terbaik Blankenheim adalah saat mendapatkan pesanan tempat kartu nama hingga 500 unit dari Chile. Hal ini membuktikan bahwa produk kulit buatan Bandung tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya tarik global.

Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Cepat CEK! BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Mulai Cairkan Bantuan Sosial Rp225.000 - Rp1 Juta, Selengkapnya...

Komitmen Blankenheim terhadap Bahan Lokal

Dalam menjalankan bisnisnya, Beny berusaha untuk selalu menggunakan bahan baku lokal. Hampir seluruh produknya dibuat dari kulit asli dalam negeri, kecuali beberapa produk sepatu khusus yang memerlukan sedikit bahan impor.

Memberdayakan lebih dari 10 perajin inti serta komunitas perajin lainnya, Blankenheim tidak hanya menciptakan produk berkualitas tinggi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi banyak orang.

Kini, dengan semakin meluasnya jaringan pasar, toko Blankenheim yang berlokasi di Jalan Cimanuk No.6, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.terus berkembang dan berinovasi dalam menciptakan produk kulit berkualitas.

Dari sebuah hobi dan pengalaman pribadi, Beny telah berhasil mengubah Blankenheim menjadi merek yang diperhitungkan di kancah internasional. Berkat semangat dan konsistensi, ia membuktikan bahwa produk lokal memiliki tempat istimewa di pasar global.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam