AYOJAKARTA.COM – Pinjol atau pinjaman online ini ternyata bisa berdampak secara psikologis.
Walaupun pinjol bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, namun tetap harus digunakan secara bijak.
Apakah benar pinjol digunakan dalam keadaan darurat?
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Zein Permana, seorang akademisi psikologi dan founder @sintesawellness, berikut penjelasannya secara psikologis tentang pinjol:
Baca Juga: Cak Imin Bertemu dengan Purnawirawan TNI, Ternyata Ini Topik yang Dibicarakan
Zein Permana, seorang akademisi psikologi dan founder @sintesawellness, belum lama ini membahas tentang pinjol dari segi psikologis.
Ia mengatakan bahwa dalam keadaan darurat, secara psikologis, seseorang akan cenderung memilih utang pada orang terdekatnya dahulu daripada langsung memakai pinjol.
Karena kedaruratan itu membuat seseorang akan menghampiri atau mendekat pada orang terdekatnya.
Tentang penggunaan pinjol, juga ada penjelasannya dari segi psikologis.
Apabila seseorang sampai berutang pada orang asing apalagi menggunakan pinjol, hal ini bukan karena rasa kedaruratan, melainkan adanya rasa penghargaan sama diri yang berlebihan alias gengsi.
Jadi, pinjam atau utang ke pinjol itu karena adanya gengsi yang ingin dijaga oleh seseorang.
Pembelian barang yang menyebabkan penggunaan pinjol itu juga bukan berdasarkan kebutuhan primer, melainkan kebutuhan sekunder bahkan kemewahan.
Itulah artikel tentang secara psikologis, seseorang akan memilih utang pada orang terdekatnya dahulu daripada langsung memakai pinjol. Semoga bermanfaat. ***