AYOJAKARTA.COM - Dalam era saat ini, mencari penghasilan tidak hanya terbatas pada menjadi karyawan tetap di suatu perusahaan, melainkan juga melibatkan opsi menjadi pengusaha, bekerja paruh waktu, atau menjadi seorang freelancer.
Menjadi seorang freelancer dapat memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam berbagai situasi, sambil tetap memperoleh penghasilan.
Namun, kita juga harus menyadari bahwa penghasilan seorang freelancer bisa sangat bervariasi setiap bulannya, sementara pengeluaran kita cenderung tetap stabil. Inilah salah satu tantangan utama dalam mengelola keuangan sebagai seorang freelancer.
Baca Juga: Berikut 5 Tips Mengatur Keuangan dengan Gaji Rp3 Juta Perbulan, Yuk Simak!
Dikutip AYOJAKARTA.COM dari kanal YouTube ZAPFinance TV pada 6 September 2023, ada lima tips mengelola keuangan sebagai freelancer yang perlu diperhatikan.
1. Pentingnya Dana Darurat dan Proteksi Pribadi
Bagi seorang freelancer, memiliki dana darurat adalah langkah yang sangat penting. Menurut Prita Hapsari Ghozie, idealnya dana darurat harus setara dengan 12 kali pengeluaran rutin kita. Dana darurat dapat digunakan ketika kita menghadapi periode tanpa proyek atau saat klien belum membayar.
Setelah menerima pembayaran dari klien, kita dapat mengembalikannya ke dana darurat. Selain itu, prioritas pertama adalah memiliki BPJS Kesehatan. Jika keuangan mengizinkan, pertimbangkan juga asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dengan membayar premi tahunan.
Baca Juga: Ini Dia 4 Tipe Kepribadian berdasarkan Cara Mengelola Keuangan atau Budgeting, Kamu yang Mana?
2. Mengatur Anggaran Berdasarkan Target Gaji Bulanan
Meskipun penghasilan seorang freelancer bervariasi, penting untuk memiliki target gaji bulanan yang dapat dicapai.
Target ini biasanya ditentukan berdasarkan kebutuhan dasar hidup. Komponen living mencakup 50 persen dari penghasilan, sementara saving 30 persen, dan playing 20 persen. Oleh karena itu, Anda perlu mengumpulkan dana yang diperlukan setiap bulan untuk memenuhi pengeluaran rutin.
3. Menyisihkan Dana untuk Investasi
Sebagai seorang freelancer, Anda bertanggung jawab untuk mengatur dana pensiun Anda sendiri. Selain itu, penting untuk menabung dan berinvestasi. Disarankan untuk alokasikan 10 persen dari penghasilan Anda ke investasi setiap kali penghasilan masuk.
Baca Juga: Gaji UMR Tapi Ingin Beli Motor? Begini Perencanaan Keuangan dan Rekomendasi Motor yang Bisa Diambil
4. Pertimbangkan Menggunakan Beberapa Rekening Terpisah
Sebagai seorang freelancer, memiliki empat rekening terpisah bisa mempermudah pengelolaan keuangan. Pertama, rekening penghasilan untuk menerima pembayaran dari klien.
Dari rekening ini, alokasikan gaji bulanan ke rekening kedua untuk kebutuhan living. Rekening ketiga digunakan untuk menampung dana darurat, tabungan, dan investasi.
5. Berhati-hati Saat Mengajukan Pinjaman
Mengajukan pinjaman dapat menjadi pilihan dalam beberapa situasi, tetapi perlu hati-hati. Pastikan Anda hanya meminjamkan sekitar 20 persen dari rata-rata gaji bulanan Anda. Setelah menerima gaji, prioritaskan pelunasan lebih cepat dari jadwal sebelumnya.***