Ekonomi

5 Jurusan Kuliah yang Dikenal Paling Mahal di Indonesia, Yakin Kalau Sudah Kerja Bakal Balik Modal?

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Selasa 22 Agu 2023, 20:23 WIB
Ilustrasi jurusan kuliah yang dikenal paling mahal di Indonesia.

AYOJAKARTA.COM -- Ada beberapa jurusan kuliah di Indonesia yang terkenal memiliki biaya pendidikan cukup mahal.

Jurusan kuliah dengan biaya pendidikan mahal itu pun banyak dipertanyakan apakah setelah lulus nanti dapat mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan selama kuliah.

Nyatanya biaya yang dikeluarkan saat kuliah tak hanya bernilai puluhan juta rupiah tetapi bisa mencapai ratusan juta.

Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Berpeluang untuk Lolos!

Namun meskipun mahal, jurusan kuliah ini tetap banyak diminati karena pada dunia kerja lulusannya amat sangat dibutuhkan.

Lalu jurusan kuliah apa saja yang dikenal paling mahal di Indonesia?

Berikut ulasannya dilansir dari laman resmi Stekom.ac.id:

1. Jurusan Kedokteran

Jurusan kuliah pertama yang terkenal paling mahal di Indonesia adalah kedokteran.

Siapa yang tak tahu jurusan kedokteran ini, pada dasarnya jurusan ini memang sudah terkenal sejak dahulu bahwa biaya pendidikan yang dikeluarkannya akan sangat mahal.

Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Segera Persiapkan Dirimu!

Tak hanya berjumlah puluhan juta, bahkan jika mengambil jurusan kedokteran spesialis, biaya yang akan kamu keluarkan dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Tetapi meski demikian, bagi kamu yang berprestasi rupanya tetap dapat mengambil jurusan ini dengan memperoleh beasiswa.

Tak hanya dapat pengurangan biaya, kamu bahkan bisa mendapatkan biaya sekolah gratis sampai selesai.

Gaji yang akan kamu dapatkan saat berhasil menjadi dokter rupanya juga tak main-main, bahkan bisa mengganti biaya pendidikan yang kamu jalani selama kuliah.

Baca Juga: Segini Perkiraan Rincian Biaya Kuliah Kedokteran UI dan UGM Sampai Lulus, Tertarik Daftar?

2. Jurusan Penerbangan

Jurusan kuliah kedua yang juga terkenal mahal adalah jurusan penerbangan.

Biaya yang dikeluarkan jika kamu mengambil jurusan penerbangan ini bisa berada di angka Rp500-800 juta rupiah lho.

Tetapi, meskipun mahal, prospek kerja di masa mendatang bagi jurusan ini juga sangat menjanjikan, sehingga tak perlu khawatir untuk kondisimu di masa depan.

3. Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV)

Berikutnya ada jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang juga masuk ke dalam daftar jurusan kuliah paling mahal di Indonesia.

Baca Juga: 4 Tanda Kamu adalah Sosok yang Elegan dan Berkelas, Salah Satunya Soal Berbicara

Hal itu disebabkan karena proses pembelajaran mahasiswa DKV harus ditunjang perangkat teknologi dengan spek jempolan sehingga mempermudah proses pembuatan tugas kuliah.

4. Jurusan Broadcasting

Mungkin banyak yang penasaran mengapa jurusan broadcasting masuk ke dalam jurusan termahal di Indonesia.

Hal itu rupanya karena saat berkuliah di jurusan ini, mahasiswa akan membutuhkan alat-alat praktikum yang harganya cukup menguras kantong.

Para mahasiswa diharuskan untuk memiliki sejumlah gadget untuk menunjang kegiatan broadcasting seperti kamera, tripod, laptop spek jempolan, microphone, dan lainnya.

Baca Juga: 2 Cara Mudah Bikin WA Jadi Centang Satu tapi Tetap Bisa Online Sosmed, Tinggal Ubah Settingan Ini

5. Jurusan Seni

Pada jurusan terakhir yang terkenal cukup mahal adalah jurusan seni.

Pada jurusan ini, mahasiswa akan diberikan porsi praktik lebih banyak daripada teori.

Hal itu membuat mahasiswa diharuskan memiliki alat-alat praktikum yang harganya cukup mahal.

Namun meskipun biaya jurusan-jurusan kuliah di atas cukup mahal, mahasiswa tetap tidak boleh berkecil hati.

Masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk tetap dapat berkuliah di jurusan impian, salah satunya adalah memanfaat beasiswa atau bantuan biaya pendidikan dari kampus.

Baca Juga: Kamu Memiliki Kepribadian yang Menarik di Mata Orang Lain, Ini Dia 7 Tandanya

Nah itulah informasi mengenai 5 jurusan kuliah yang terkenal paling mahal di Indonesia. Semoga bermanfaat.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil