AYOJAKARTA.COM -- Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Kementerian Sosial Republik Indonesia sedang melaksanakan beberapa program monitoring penting.
Untuk penyaluran bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) tahap pertama tahun 2025 yang mencakup alokasi Januari hingga Maret.
Proses monitoring ini dilakukan oleh seluruh pendamping sosial PKH di Indonesia secara online melalui aplikasi Sigma dengan beberapa metode.
Baca Juga: 6 Bansos Cair Menjelang Ramadan 2025, Nomor 3 Wajib Dipatuhi agar PKH dan BPNT Tidak Dibatalkan
Seperti mengumpulkan para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di lokasi kegiatan P2K2 (pertemuan kelompok), melakukan kunjungan door-to-door, atau memantau langsung di lokasi pencairan.
Terutama untuk penyaluran melalui PT Pos Indonesia yang dilakukan di titik-titik komunitas seperti balai desa.
Tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk memastikan bahwa bantuan diambil langsung oleh penerima yang berhak, nominal yang diterima sesuai dengan ketentuan, dan penerima didokumentasikan dengan foto sambil memegang KTP untuk verifikasi identitas.
Selain tugas monitoring, pendamping sosial PKH juga akan melaksanakan proses check ground untuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akan menjadi acuan penyaluran bantuan sosial pada triwulan kedua tahun 2025 mulai bulan April.
Baca Juga: Siapa yang Berhak Dapat Pencairan PKH dan BPNT Tahap 2? Berikut Kriteria dan Jadwalnya
Proses verifikasi ulang ini akan dilakukan selama bulan Maret (bertepatan dengan bulan puasa) dengan metode door-to-door untuk memverifikasi dan melengkapi data 12,2 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Hasil dari check ground DTSEN ini berpotensi mengubah status penerima bantuan, di mana KPM yang sebelumnya menerima bantuan pada triwulan pertama mungkin tidak akan menerima bantuan pada triwulan kedua.
Atau sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan mungkin akan menjadi penerima pada triwulan kedua, tergantung pada hasil perankingan dari proses verifikasi ini.
Bagi KPM yang hingga saat ini belum menerima pencairan bantuan, baik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Tenggat Waktu 28 Februari, Cek Segera Status Pencairan 4 Bantuan Sosial Sebelum Hangus
Disarankan untuk berkoordinasi dengan pendamping sosial di wilayahnya masing-masing atau operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) untuk mengetahui status bantuan mereka.
Beberapa program bantuan sosial yang masih terus disalurkan hingga akhir Februari 2025 menjelang bulan Ramadhan meliputi:
1. BLT PKH yang disalurkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia;
2. BLT Sembako (BPNT) yang juga disalurkan melalui PT Pos Indonesia;
3. Bantuan atensi anak yatim piatu sebesar Rp400.000 untuk alokasi Januari-Februari yang disalurkan melalui Bank Mandiri;
Baca Juga: Dipercepat! Ada 3 Jenis BLT yang Cair Menjelang Bulan Ramadhan, Cek Bansos Apa Saja Bisa Didapat KPM
4. BLT Dana Desa sebesar Rp300.000 per bulan;
5. Bantuan diskon tarif listrik 50% yang dapat diakses hingga 28 Februari 2025; serta
6. Program Indonesia Pintar (PIP) dengan batas akhir aktivasi rekening SimPel bagi penerima yang termasuk dalam SK nominasi pada 28 Februari 2025.
Bagi penerima PIP yang belum melakukan aktivasi rekening SimPel namun tercantum dalam SK nominasi tahun 2024.
Diharapkan untuk segera melakukan aktivasi rekening melalui website resmi PIP di pip.kemdikbud.go.id sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.***