Ekonomi

KUR BRI 2023 Dibuka Lagi, Mau Ajukan Pinjaman? Pahami Dulu 5 Risiko Pengajuan KUR yang Tak Banyak Orang Tahu

Oleh: Sulistiyaningsih Selasa 04 Jul 2023, 05:48 WIB
Ada 5 risiko pengajuan KUR yang perlu diperhatikan oleh calon debitur KUR BRI 2023 sebelum mengajukan pinjaman.

AYOJAKARTA.COM – Sejak resmi dibuka pada bulan Maret 2023, KUR BRI masih menjadi primadona di kalangan pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman untuk modal usaha.

Sebelumnya memang sempat terdengar kabar bahwa kuota KUR BRI 2023 habis di bulan Juni sehingga banyak pengajuan yang ditolak.

Kendati demikian tidak ada salahnya bagi para pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman KUR BRI terlebih saat ini sudah memasuki awal bulan.

Biasanya pada awal bulan kuota KUR BRI kembali tersedia sehingga para calon debitur bisa mengajukan pinjaman dan bisa dicairkan jika syarat-syarat terpenuhi.

Namun sebelum mengajukan pinjaman KUR BRI 2023 ini, para calon debitur sebaiknya memahami risiko pengajuan KUR yang kadang diabaikan sehingga banyak orang yang tidak tahu.

Risiko apa sajakah itu? Berikut ini 5 risiko pengajuan KUR yang perlu diperhatikan oleh calon debitur KUR BRI 2023 seperti dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube MLH Channel, Selasa, 4 Juli 2023.

Baca Juga: Syarat, Limit Pinjaman, Hingga Jangka Waktu Pinjaman KUR BCA 2023, Pahami Dulu Sebelum Mengajukan!

1. Risiko gagal bayar

Ketika mengajukan pinjaman ke bank maka tentunya akan ada risiko salah satunya risiko gagal bayar.

Jika nasabah atau debitur tidak dapat membayar kembali kredit KUR yang telah disepakati sebelumnya maka akan merusak kredibilitas dan reputasi sebagai peminjam.

Jika hal tersebut terjadi maka BI Checking akan tidak bagus, sehingga jika nantinya kembali meminjam untuk modal usaha di kemudian hari akan kesulitan karena sebelumnya memiliki riwayat yang buruk.

Baca Juga: Benarkah Masih Bisa Ajukan KUR BRI 2023? Simak 4 Jenis Usaha yang Dipastikan Gagal Dapat Pinjaman

2. Risiko likuiditas

Kredit Usaha Rakyat merupakan kredit yang memiliki jangka waktu tertentu dan relatif singkat.

Maka dari itu para pelaku usaha harus bisa membayar kredit sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan seperti jumlah kredit yang harus dibayar hingga jangka waktu pembayaran.

Jika debitur tidak bisa membayar pinjaman dengan tepat waktu maka tentunya akan berisiko, bisa menyebabkan masalah likuiditas bahkan bisa memicu risiko gagal bayar.

Baca Juga: KUR BRI 2023 Dibuka Hari Ini? Tapi Maaf 4 Jenis Usaha Ini Ditolak Bank, Tak Bisa jadi Syarat Pengajuan KUR

3. Risiko suku bunga

Meski KUR merupakan kredit yang memiliki suku bunga yang relatif rendah dibanding pinjaman konvensional lainnya.

Akan tetapi suku bunga tetap harus dipertimbangkan karena menjadi faktor risiko, terlebih jika suku bunga naik sehingga berimbas pada pembayaran kredit yang lebih tinggi.

Baca Juga: Layanan KUR BRI 2023 Ditutup Permanen pada Bulan Juli? Simak Penjelasan Ini

4. Risiko kebangkrutan

Pengajuan pinjaman melalui KUR BRI nyatanya juga bisa menjadi pemicu seorang pelaku usaha untuk bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Namun jika tidak diimbangi dengan berbagai macam strategi bisnis sehingga usahanya tidak berhasil, maka pelaku usaha bisa mengalami risiko lebih besar bahkan bisa menyebabkan kebangkrutan.

Hal ini dikarenakan tidak ada pemasukan yang bisa digunakan untuk menutup pinjaman KUR yang digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Baca Juga: SIMAK, Berikut Syarat dan Ketentuan Pengajuan Pinjaman KUR BCA 2023 yang Wajib Nasabah Tahu

5. Risiko perubahan kebijakan

Kebijakan dari pemerintah atas KUR bisa saja sewaktu-waktu mengalami perubahan, hal ini tentunya akan berimbas pada keberhasilan seseorang untuk bisa memperoleh KUR. 

Kita tidak tahu bagaimana nantinya ketika perubahan KUR BRI 2023 mengalami perubahan, entah itu nantinya akan mempermudah atau bisa menyulitkan para pelaku usaha karena persyaratan pengajuan semakin susah.

Bagi kamu yang sedang butuh modal usaha dan ingin mengajukan pinjaman KUR BRI 2023, maka terlebih dahulu harus bisa memahami dan memperhatikan lima risiko di atas.

Setiap mengajukan kredit memanglah memiliki risiko, tetapi yang terpenting saat ini untuk bisa meminimalisir risiko sehingga pengajuan kredit dan proses kredit berjalan lancar.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Tedi Rukmana