AYOJAKARTA.COM — Menteri Sosial Syaifulah Yusuf menjelaskan, lebih dari sekitar 70 persen bansos PKH dan BPNT sudah dalam proses pencairan.
Selain metode salur Kartu KKS yang diterbitkan oleh Bank Himbara, penyaluran bansos PKH dan BPNT saat ini juga tengah digencarkan melalui PT Pos Indonesia.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Selasa, 18 Februari 2025 lalu, Mensos juga menarget akan menuntaskan bansos PKH dan BPNT sebelum memasuki Ramadhan 1446 H.
Sehubungan dengan pencairan bansos PKH dan BPNT melalui PT Pos, Mensos mengimbau agar masyarakat untuk bersabar menunggu Undangan Pencairan.
Melalui surat undangan yang akan diberikan sesuai dengan BNBA, masyarakat dapat memperoleh informasi lokasi penyaluran.
Di samping menggunakan kantor, pencairan bansos bagi para KPM PKH dan BPNT untuk sejumlah wilayah juga memanfaatkan balai desa maupun kantor pejabat setempat.
Karena itu, untuk memastikan tempat pengambilan bantuan, Mensos menghimbau agar masyarakat dapat lebih bersabar dalam menunggu surat undangan.
Di samping bansos PKH dan BPNT yang sudah mencapai tahap paripurna, sejumlah bantuan tambahan dari berbagai instansi pemerintah juga telah disiapkan kepada para KPM.
Adapun jenis bansos pertama yang akan disalurkan bersamaan dengan penyaluran PKH dan BPNT adalah Program Indonesia Pintar atau PIP tahap I bagi siswa jenjang SD hingga SMA.
Diperuntukan bagi siswa peserta didik, bansos PIP merupakan bansos yang diberikan oleh Kemendikbud dan Kemenag bagi siswa dari keluarga pra sejahtera.
Baca Juga: PT Pos Siapkan Undangan Pencairan, Penyaluran Bansos Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadhan
Sesuai Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 14 Tahun 2022, pencairan PIP tahun 2025 akan terbagi dalam tiga termin yang dimulai pada Februari-April.
Adapun pencairan tahap kedua akan dimulai pada Mei-September dan Oktober-Desember untuk termin III.
Jenis bansos kedua yang juga akan disalurkan setelah penyaluran PKH dan BPNT adalah BLT Dana Desa dengan nominal Rp 300,000 per KPM.
Bansos berikutnya yang akan disalurkan kepada para KPM dalam waktu dekat berikutnya adalah Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak PAUD hingga SMA.
Jenis bansos keempat yang sedianya akan disalurkan kepada sebanyak 16 juta KPM namun mengalami penundaan adalah beras 10 kilogram.
Baca Juga: JUMAT BERKAH! Bansos BPNT Tahap 1 2025 Cair di KKS Bank BRI, KPM Sudah Bisa Cek Saldo Secara Berkala
Menurut Arief Prasetyo Adi selaku Ketua Bapanas, penundaan dilakukan karena pada proses pemutakhiran data Reg Sosek serta musim panen petani pada Februari 2025.
Untuk memastikan penyerapan hasil panen raya dari petani, penyaluran akan ditunda hingga Presiden memberikan arahan.
Bansos kelima selain PKH dan BPNT yang juga masih akan dirasakan KPM kategori tertentu adalah diskon listrik 50 persen.***