AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah penyebab KUR BRI 2023 tidak bisa mengajukan suplesi atau top up.
KUR adalah Kredit Usaha Rakyat yang memberikan fasilitas pinjaman yang diberikan Pemerintah Indonesia.
Salah satu bank yang menyediakan program KUR adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Dalam pengajuan KUR BRI, ada proses yang harus dilalui oleh nasabah hingga akhirnya pengajuannya disetujui.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab pengajuan suplesi atau top up KUR BRI 2023 ditolak.
Sebelum mengajukan suplesi, ada baiknya para nasabah mengetahui lebih dulu penyebab KUR BRI tidak bisa top up.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube ENR Project Review pada Kamis (13/4/2023), berikut adalah adalah penyebab KUR BRI 2023 tidak bisa mengajukan suplesi atau top up:
Baca Juga: Mudah Banget! Begini Cara Ajukan Pinjaman KUR BRI 2023 Via Online, Cuma Pakai Syarat Berikut Ini
1. Terdapat riwayat setoran yang tidak lancar
Jika pada waktu pinjaman KUR sebelumnya terdapat setoran yang tidak lancar seperti tidak tepat waktu jatuh tempo atau melewati tenggat bulan, maka ini akan berpengaruh pada proses pengajuan suplesi.
Akibatnya, pengajuan top up tidak akan disetujui karena akan ditolak oleh sistem.
2. Pinjaman belum berjalan setengah jangka waktu
Peraturan suplesi KUR adalah angsuran minimal berjalan selama enam bulan dengan kolektibilitas lancar dan minimal sudah berjalan setengah jangka waktu kredit.
Maka pastikan pinjaman sebelumnya sudah dilunasi.
Baca Juga: Dana Langsung Cair! Ternyata Ini Trik Dapatkan Pinjaman KUR BRI 2023 dengan Cepat dan Praktis
3. Terdapat angsuran yang tidak lancar
Pastikan nasabah tidak memiliki angsuran yang tidak lancar di pihak manapun.
Jika nasabah sedang menikmati kredit KUR dengan kolektibilitas lancar, akan tetapi di tengah perjalanan setoran nasabah mengambil kredit di pihak lain dan berjalan tidak lancar, maka saat ingin melakukan suplesi pengajuannya akan ditolak.
4. Pinjaman bulan berjalan belum setor
Saat mengajukan suplesi pada bulan tertentu, maka kewajiban setoran pada bulan tersebut harus sudah dibayar terlebih dahulu.
Sistem SIKP KUR akan menolak pengajuan top up nasabah jika kewajiban tersebut belum dilunasi.
Baca Juga: Hati-hati! Ada Survei Rahasia KUR BRI 2023, Jangan Lakukan Hal Ini Jika Tidak Ingin Pengajuan Gagal
5. SIKP KUR 2023
Dalam beberapa kasus terdapat pengajuan top up yang ditolak oleh SIKP OJK.
Sehingga suksesi tidak bisa dilakukan dan hal tersebut diluar kuasa mantri.
Oleh karenanya sebaiknya pinjaman sebelumnya harus dilunasi terlebih dahulu dan menunggu SIKP KUR update selama minimal tiga hari kerja.
Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2023 Sediakan Plafon Sampai Rp500 Juta, Berikut Jenis dan Persyaratannya
6. Limit KUR sudah tidak memadai
Satu kali pinjaman KUR maksimal plafonnya adalah Rp 100 juta.
Sebagai contoh, apabila masih memiliki sisa angsuran KUR sebesar Rp 20 juta maka pengajuan top up-nya adalah Rp 80 juta.
Ini terdiri dari sisa pinjaman senilai Rp 20 juta dan pengajuan baru sebesar Rp 80 juta, sehingga total keseluruhan adalah Rp 100 juta.
Jika ingin meminjam Rp 100 juta full maka pastikan sudah melunasi kredit sebelumnya.
Demikian informasi mengenai penyebab KUR BRI 2023 tidak bisa mengajukan suplesi atau top up.***