AYOJAKARTA.COM – Bansos merupakan Bantuan Sosial yang diberikan oleh Pemerintah melalui skema dan ketentuan yang sudah ada. Bansos 2023 ini masih menggunakan skema seperti tahun 2022, hal ini diketahui dari Bansos yang paling dicari di tahun 2023.
Bansos bisa berasal dari Kementerian Sosial, maupun Pemerintah Daerah, dan bersumber dari APBN maupun APBD.
Dikutip melalui kanal Youtube Pendamping Sosial oleh Ayojakarta.com pada 21 Februari 2023, Arin, salah satu pendamping sosial atau orang yang menyalurkan Bansos membagikan informasi terkait 3 Bansos paling dicari di tahun 2023.
Baca Juga: KUR Bank Mandiri Bisa Buat Modal Kerja ke Luar Negeri! Dapatkan Hingga Rp100 Juta, Begini Caranya!
1. PKH atau Program Keluarga Harapan
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan bersyarat kepada keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki komponen sebagai persyaratan yang ditetapkan sebagai peserta PKH.
Nominal bantuan PKH yang diterima setiap orang berbeda-beda tergantung dari jumlah anggota keluarga dalam 1 KK yang masuk dalam kategori penerima PKH.
2. BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada awalnya dibuat oleh Presiden Joko Widodo untuk menggantikan program Beras Miskin (Raskin) pada 2016 kepada KPM melalui Kartu Keluarga Sejahtera.
Penyaluran BNPT 2022 masih seperti periode sebelumnya yaitu dengan menggunakan penyalur berupa e-warong atau toko mitra tempat membeli atau melakukan penarikkan uang yang akan digunakan KPM atau Keluarga Penerima Manfaat.
3. JKN KIS atau Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat
Bantuan berupa JKN adalah satu-satunya bantuan yang tidak dapat diuangkan, tetapi dapat dirasakan manfaatnya.
Bantuan JKN KIS berupa Bantuan Iuran, sehingga penerima disebut Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan mendapatkan manfaat berupa jaminan kesehatan tanpa membayar.
Faktanya, satu Keluarga Penerima Manfaat atau KPM bisa mendapatkan hingga lebih dari Rp3 juta, apabila dihitung berdasar kriteria anggota keluarga pada Program Keluarga Harapan (PKH) ditambah dengan BPNT, yang mana saat ini berupa bantuan tunai yang bisa dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan penerima.
Bantuan Sosial atau Bansos biasanya disalurkan melalui Kementerian Sosial, akan tetapi juga terdapat banyak jenis bansos, baik yang dikeluarkan melalui Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Arin, melalui video yang beredar sebagai pendamping sosial memberikan edukasi kepada para audiens terkait bagaimana cara dapat bansos.
"Ya, cara mendapat bansos adalah dengan terdaftar di DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial," kata Arin.
DTKS adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.
Lalu, bagaimanakah cara untuk terdaftar di DTKS? Secara sederhana, adalah sebagaimana berikut ini.
Pertama, daftarkan diri di Desa/Kelurahan, persiapkan berkas yang diperlukan seperti KK, KTP.
Pemerintah Desa/Kelurahan akan menindaklanjuti permohonan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat bisa datang ke kantor desa/kelurahan untuk berkonsultasi.
Kemudian ada aplikasi Cek Bansos menjadi aplikasi andalan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, aplikasi Cek Bansos mengalami perbaikan besar hingga dapat digunakan baik di android maupun iOS.
Gunakan aplikasi Cek Bansos untuk mendaftar di DTKS. Bagaimana cara daftar di aplikasi?
Cukup isi identitas diri, foto KTP, dan rumah tampak depan.
Hal ini meringkas pekerjaan dan meringankan pekerjaan. Masa tunggu dari selesainya pendaftaran melalui aplikasi masih belum pasti.
"Ada yang beberapa hari, saya tiga bulan baru aktivasi," terang Arin di balasan salah satu penonton di kolom komentar.
Terakhir, pendaftaran DTKS via Menteri Sosial yang dapat memberikan rekomendasi pendaftaran seseorang untuk menerima bansos, sesuai dengan kriteria dan ketentuan tertentu. Biasanya, karena bersifat mendesak, seperti korban bencana alam.***