AYOJAKARTA.COM - Pergerakan indeks kuncinya adalah harga saham.
Istilah IHSG ini merupakan istilah yang sudah dikenal oleh investor-investor di negara Indonesia. Merupakan sebuah cerminan dari aktivitas pasar modal secara general.
Merilis dari luarbiasa.id. Setidaknya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi IHSG diantaranya adalah seperti berikut:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG
1. Persepsi pelaku pasar
Persepsi dari investor selaku pelaku pasar itu adalah reaksi pelaku pasar ketika melihat pengumuman, atau aktivitas perusahaan yang dikeluarkan perusahaan terbuka.
Contohnya yaitu suatu perusahaan terbuka menerbitkan laporan keuangan negatif. Dengan begitu harga saham pun akan turun.
Ini adalah respon negatif pencapaian emiten atau perusahaan terbuka tersebut.
Baca Juga: IHSG Diperkirakan Menguat, Ini Saham-saham yang Direkomendasikan Beli
2. Kebijakan pemerintah
Kebijakan ini akan memberikan pengaruh pada IHSG walaupun masih belum terealisasi. Contohnya yaitu kebijakan pemerintah yang bisa menyebabkan volatilitas saham.
Contohnya adalah kebijakan perseroan, kebijakan ekspor impor, kebijakan penanaman modal asing, kebijakan utang, dan sejenisnya.
3. Fundamental perusahaan
Harga saham sudah pasti berkaitan dengan fundamental perusahaan yang bersangkutan.
Saat kinerja perusahaan bagus maka akan diikuti oleh sentimen positif pasar. Yakni harga saham pun ikut naik, kemudian berdampak terhadap IHSG.
Walaupun memang jika mau melirik ke kenyataan di lapangan. Kerapkali pada pasar modal, value saham tak selalu sejalan sesuai teori yang disebutkan barusan.
Baca Juga: IHSG Ada Potensi Naik, Ini Saham-saham yang Bisa Dilirik
4. Makro ekonomi
Tidak lupa faktor ini juga merupakan faktor yang wajib untuk dipertimbangkan.
Contohnya adalah volume perdagangan saham, suku bunga, dan nilai tukar. Bahkan dapat dibilang kalau ini merupakan faktor yang terpenting. Karena kondisi inflasi, kondisi suku bunga, dalam negara Indonesia itu sifatnya benar-benar memiliki fluktuatif yang tinggi.
Karena itu akan memberikan pengaruh yang besar pada keputusan dari investor, apakah hendak menanamkan modalnya atau tidak. Sama halnya dengan nilai tukar.
Negara Indonesia termasuk negara di dalam lingkup kecil dari keuangan internasional. Dengan begitu besar kecilnya value tukar benar-benar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Sampai sini semoga Anda sudah mendapatkan gambarannya mengenai point ke 4 ini.
Contoh saat nilai dari mata uang dolar US naik.
Kondisi ini bisa memberikan pengaruh terhadap perusahaan terbuka yang mempunyai eksposure besar pada mata uang dollar itu. Tetapi nilai tukar dapat pula direspon positif oleh investor apabila perusahaan terbuka dengan pendapatan yang memakai dollar US memberikan catatan kinerja positif.
Baca Juga: Harga Batubara Tumbang Bikin IHSG Diprediksi Loyo, tapi Saham-saham Ini Layak Dibeli
5. Manipulasi pasar
Faktor eksternal ini juga bisa menyebabkan naik turunnya dari harga saham. Umumnya yang melakukan manipulasi pasar yakni investor yang berpengalaman, dan pastinya yang memiliki modal besar.
Biasanya dengan bantuan media massa.
Adapun manipulasi pasar sendiri memiliki tujuan tertentu. Entah itu untuk meningkatkan atau untuk menurunkan harga saham.
Istilah untuk ini yakni rumor. Karena itu pernah muncul istilah buy on rumour, sell on news. Khususnya jika ada rumor yang dapat memberikan sentimen positif untuk harga saham sebuah perusahaan.
Sekarang pertanyaannya, faktor manipulasi pasar ini bisa bertahan lama atau tidak?
Jawabannya adalah tidak. Karena tetap saja fundamental perusahaan pada laporan keuanganlah yang tetap akan mengambil kontrol pada tren naik turunnya harga saham perusahaan tersebut.
Sehingga dapat dibilang kalau manipulasi pasar ini hanyalah faktor kecil saja.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Naik Lagi, Boleh Beli Saham-saham Ini
6. Inflasi
Hasil investasi pada saham itu memiliki hubungan positif pada inflasi. Di mana inflasi meningkat di dalam periode jangka waktu tertentu, bisa menaikkan harga saham.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan inflasi itu dapat berpengaruh terhadap tingkat pengembalian pasar modal.***