AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial melaporkan kemajuan positif dalam penyaluran bantuan sosial dengan berhasilnya penyelesaian proses buka rekening kolektif (brukol) untuk 1,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total 3,6 juta KPM yang sedang dalam proses.
Menteri Sosial Saifulah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa sisa 2 juta KPM yang masih dalam proses burukol diharapkan dapat diselesaikan dalam beberapa minggu ke depan melalui koordinasi intensif dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Proses ini meliputi migrasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako dari PT Pos ke bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, serta penambahan KPM baru hasil validasi data terbaru yang masuk dalam kategori kelompok miskin.
Baca Juga: Wow! 45 Ribu Jalan Berlubang Jakarta Sudah Diperbaiki, Yuk Jaga Bersama Fasilitas Kita
Pada bulan Agustus 2025, Kemensos memfokuskan penyaluran bantuan sosial kepada dua kelompok utama: KPM peralihan dari PT Pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Himbara dan KPM hasil validasi baru untuk penyaluran bantuan sosial tahap kedua periode April-Juni 2025.
Setelah proses burukol selesai, tahap selanjutnya adalah distribusi kartu KKS yang dilaksanakan oleh bank-bank Himbara di berbagai daerah.
KPM yang telah menerima kartu KKS dapat langsung mencairkan bantuan tahap kedua dan ketiga melalui sistem yang lebih cepat, transparan, dan terdigitalisasi.
Berdasarkan pemantauan aplikasi Cek Bansos, beberapa program seperti bantuan Atensi API sudah menunjukkan update status "berhasil cek rekening" untuk periode Juli-September 2025, mengindikasikan pencairan akan segera dilakukan.
Baca Juga: Alhamdulillah! PKH BPNT Tahap 3 Mulai Cair 19 Agustus - Siapkan Kartu KKS
Untuk penyaluran bantuan sosial tahap ketiga, Kemensos telah menginstruksikan seluruh pendamping sosial PKH melakukan ground check terhadap data usulan dari masyarakat dan Dinas Sosial melalui aplikasi Sigma.
Proses verifikasi lapangan ini bertujuan memastikan kelayakan dan ketepatan sasaran penerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan jadwal cut off penarikan data setiap tanggal 18 dan pembaruan data prelis secara bulanan.
Meskipun status PKH dan BPNT tahap ketiga belum dapat dicek di aplikasi Cek Bansos karena masih dalam proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial, namun program lain seperti PBI JKN sudah menunjukkan update status aktif untuk periode Juli 2025.
Pemerintah tetap memberikan akses mudah bagi masyarakat untuk mengecek status kepesertaan bantuan sosial secara online melalui berbagai platform yang tersedia.***
Baca Juga: Cara Lapor Masalah Jalan Rusak ke Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Praktis!