AYOJAKARTA.COM - Ramainya fenomena beberapa marketplace jual beli properti menawarkan beberapa hotel mewah yang ada di Ibu Kota Jakarta membuat publik semakin bertanya-tanya.
Pasalnya, gencarnya iklan jual beli tersebut tidak hanya digunakan pada situs jual beli saja, namun hingga melalui media sosial seperti YouTube.
Salah satu akun YouTube yang merupakan agen properti penjual hotel adalah @Invest Property.
Baca Juga: Motif Kasus Sambo dari JPU Menuai Kontroversi, Warganet: Ada yang lebih Besar, Dampaknya Berantai!
Dalam akun tersebut terdapat beberapa iklan hotel yang akan dijual, dengan tampilan beberapa ruangan yang menjadikan iklan lebih menarik.
Namun ada sebuah keterangan menarik pada salah satu hotel yang akan dijual yaitu "Murah Banget, 75 M Jual BU(Butuh Uang), Occupancy diatas 70 persen".
Kata BU atau Butuh Uang dalam keterangan tersebut akankan terkait resesi 2023 yang banyak diramalkan oleh para ahli keuangan.
Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, resesi ekonomi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.
Selain itu dalam laman tersebut dijelaskan mengenai beberapa dampak resesi ekonomi yang banyak dibicarakan oleh para ahli.
1. Perlambatan ekonomi akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi bahkan beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.
2. Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman.
3. Ekonomi yang semakin sulit pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu.
Beberapa hal terkait resesi ini bahkan selalu diingatkan oleh Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatannya berharap agar semua pihak bersiap menghadapinya.
Dalam sebuah artikel yang terbit pada laman Republika.co.id (29/9/2022) dengan judul "Jokowi Wanti-Wanti Tahun Depan akan Semakin Gelap", Jokowi mengingatkan tentang kegelapan ekonomi yang akan melanda dunia pada tahun 2023 ini.
"Tiap hari kita selalu diingatkan dan kalau kita baca baik di media sosial di media cetak, di media online semuanya mengenai resesi global, tahun ini sulit dan tahun depan sekali lagi saya sampaikan akan gelap. Dan kita tidak tahu badai besarnya seperti apa, sekuat apa, tidak bisa dikalkulasi,” ujar Jokowi dikutip dari Republika.co.id.
Selain itu, dalam sebuah akun YouTube yang sering membahas mengenai kemungkinan adanya resesi 2023 dengan nama chanel Raymond Chin, membenarkan fakta bahwa Indonesia resilient (perekonomian memiliki daya tahan tinggi terhadap goncangan) namun beberapa fakta yang terjadi menunjukkan adanya realitas yang berbeda.
"Dan yang bilang Indo resilient itu benar, tapi jangan lupa Indonesia perusahaan masih layoff, harga-harga masih naik, ada orang yang jual aset-aset BU," jelas Raymond Chin (11/10/2022).
Namun semua hal tersebut perlu mendapatkan pencerahan dari pihak terkait dalam hal ini adalah para ahli ekonomi.***