Fashion

Heboh Larangan Memakai Baju Berbahan Polyester, Ternyata Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Oleh: Belinda Safitri KP Kamis 19 Sep 2024, 21:04 WIB
Berikut dampaknya bagi kesehatan terkait larangan mengenakan baju berbahan polyester

AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, publik dihebohkan dengan munculnya larangan memakai baju berbahan polyester karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Peringatan yang sudah tersebar di berbagai media sosial itu pun sontak menuai perbincangan.

Lantas, seberapa bahaya apa bahan polyester hingga pemakaiannya sampai dilarang?

Dirangkum ayojakarta dari akun TikTok @dosen_fashyun, simak sejumlah dampak memakai baju berbahan polyester berikut ini.

Baca Juga: Viral Larangan Beli Baju Murah Berbahan Polyester, Disebut Bisa Merusak Kulit

1. Iritasi Kulit dan Alergi

Salah satu dampak utama penggunaan pakaian berbahan polyester adalah iritasi kulit. Bahan ini tidak memiliki kemampuan menyerap keringat dengan baik.

Akibatnya, keringat menumpuk di permukaan kulit dan memicu iritasi, ruam, atau alergi, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif.

2. Menurunkan Testosteron dan Kesuburan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakaian sintetis seperti polyester dapat berpengaruh negatif terhadap kesuburan, terutama pada pria.

Baca Juga: YouTuber IShowSpeed Bungkam Fans Malaysia yang Klaim Batik Pakaian Tradisional Malaysia, Reaksinya Bikin Ketawa

Polyester dikenal dapat meningkatkan suhu di sekitar area reproduksi pria karena tidak memungkinkan sirkulasi udara yang baik.

Peningkatan suhu ini dapat mempengaruhi produksi sperma dan kadar testosteron, sehingga menurunkan kesuburan.

Meski ini masih menjadi bahan kajian lebih lanjut, dampaknya terhadap kesehatan reproduksi menjadi perhatian serius.

3. Menyimpan Bahan Kimia Berbahaya

Polyester diproduksi dengan menggunakan bahan kimia beracun seperti etilen glikol dan dimetil tereftalat (DMT).

Ketika terkena panas, baik dari sinar matahari langsung maupun setrika, bahan kimia ini dapat terlepas dan bersentuhan dengan kulit.

Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami, namun sudah ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap tubuh manusia.

Baca Juga: Tren Baju Shimmer: Jika Memakainya, Kamu Termasuk Orang dengan Kepribadian Chryshopile? Wah, Apa Itu?

4. Risiko Infeksi Kulit

Bahan polyester kurang mampu mengalirkan udara sehingga kulit tidak dapat "bernapas" dengan baik.

Hal itu menciptakan lingkungan yang lembap pada kulit, meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan jamur, yang bisa memicu infeksi kulit, terutama di area tubuh yang sering berkeringat.

Jadi, meski polyester sering dipilih karena harga yang murah dan keawetannya, penting untuk mempertimbangkan efek jangka panjang dari bahan ini.***

Reporter Belinda Safitri KP
Editor Kartika Endah Prihatin