Gadget

Resmi! Inilah Kesepakatan Apple dengan Pemerintah Indonesia dalam Pertemuan 7 Januari

Oleh: Fina Salsabila Aura Rabu 08 Jan 2025, 05:31 WIB
Apple

AYOJAKARTA.COM - Dalam perkembangan terbaru di sektor industri teknologi Indonesia, perwakilan Apple Inc dijadwalkan mengadakan pertemuan strategis dengan Kementerian Perindustrian pada Selasa, 7 Januari 2024.

Pertemuan yang telah direncanakan sejak dua bulan lalu ini akan membahas rencana investasi besar-besaran senilai 1 miliar USD (setara Rp1 triliun) untuk pembangunan fasilitas produksi di Indonesia.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengonfirmasi bahwa pihak Apple akan mengirimkan Nick Ikman sebagai perwakilan dari markas besar mereka untuk melakukan negosiasi langsung dengan pihak kementerian.

Fokus utama pertemuan ini adalah pembahasan mengenai persyaratan regulasi yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Dapodik Semester Genap 2025 Segera Rilis, Simak 6 Informasi Penting untuk Operator Sekolah dan Guru

Hal ini terkait dengan penjualan produk-produk Apple termasuk iPhone, komputer, dan tablet yang diimpor ke Indonesia.

Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35%.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan partisipasi industri lokal.

Hal ini digunakan dalam rantai produksi global dan mendorong transfer teknologi ke Indonesia.

Baca Juga: Gagal Login Coretax DJP? Begini Cara Mudah Mengatasi Kendalanya saat Muncul 'Pesan Error'

Momentum negosiasi ini menjadi semakin menarik mengingat kondisi Apple yang sedang menghadapi tantangan serius di pasar global, khususnya di Tiongkok.

Berdasarkan data dari China Academy of Information and Communications Technology.

Telah terjadi penurunan signifikan dalam pengapalan smartphone merek asing, termasuk iPhone, di pasar Tiongkok.

Pada November 2024, angka pengapalan hanya mencapai 3,04 juta unit, menurun drasting sebesar 47,4% dibandingkan November 2023 yang mencapai 5,76 juta unit.

Menghadapi situasi ini, Apple telah mencoba berbagai strategi pemasaran di Tiongkok.

Termasuk dalam melakukan program diskon besar-besaran untuk meningkatkan penjualan.

Namun, upaya tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang diharapkan, terutama karena persaingan ketat dengan produsen lokal Tiongkok, Huawei, yang semakin menguat di pasar domestiknya.

Kondisi ini semakin memperkuat urgensi Apple untuk memperluas dan memperkuat kehadirannya di pasar-pasar potensial lain, termasuk Indonesia.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Desi Kris